Story
TSMC Diperkirakan Raih Laba Rekor Kuartal Kelima Berturut-turut Berkat Lonjakan AI

Summary
Produsen cip terbesar di dunia ini diproyeksikan akan melaporkan lonjakan laba bersih 59% untuk kuartal kedua, didorong oleh permintaan yang kuat untuk teknologi cip AI canggih dari para pelanggan utama seperti Nvidia dan Apple.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen cip paling canggih di dunia, kemungkinan besar akan melaporkan laba rekor untuk kuartal kelima secara berturut-turut. Kinerja ini didorong oleh lonjakan belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global yang berkelanjutan.
Proyeksi Kinerja Keuangan
Menurut LSEG SmartEstimate yang mengkompilasi data dari 18 analis, TSMC diperkirakan akan melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 59% menjadi T$632,6 miliar ($19,65 miliar) untuk kuartal kedua. Angka ini akan menjadi rekor laba kuartalan tertinggi bagi perusahaan.
Estimasi ini didukung oleh laporan pendapatan kuartal kedua perusahaan yang dirilis pada hari Senin, yang menunjukkan kenaikan 36% dari tahun ke tahun dan melampaui perkiraan pasar. Jika laba bersih melampaui T$572,5 miliar, ini akan menandai kuartal kesepuluh berturut-turut dengan pertumbuhan laba bagi raksasa teknologi tersebut.
Permintaan AI sebagai Pendorong Utama
Analis menyatakan bahwa permintaan untuk teknologi proses 3-nanometer dan 2-nanometer TSMC, yang krusial untuk cip AI, tetap sangat kuat. Hal yang sama berlaku untuk teknologi pengemasan cip canggihnya, CoWoS. Permintaan ini telah mendorong valuasi TSMC, pemasok utama bagi Nvidia dan Apple, mencapai hampir $1,97 triliun, atau hampir dua kali lipat dari pesaingnya, Samsung Electronics.
Ad"Pendapatan kuartal kedua TSMC yang kuat menunjukkan permintaan AI tetap sehat, mendorong permintaan untuk produksi cip canggih dan pengemasan CoWoS," kata Dan Nystedt, seorang analis riset di TriOrient, menurut Reuters. Pihak perusahaan dijadwalkan akan memberikan panduan untuk kuartal ketiga dan pembaruan prospek setahun penuh pada hari Kamis.
Prospek Belanja Modal Jadi Sorotan
Investor akan mencermati apakah TSMC akan merevisi naik panduan pertumbuhan pendapatan setahun penuh, yang saat ini ditetapkan "di atas 30%". Haas Liu, analis semikonduktor Asia dari Bank of America, dalam sebuah catatan riset menyebutkan bahwa pemeriksaan rantai pasokan mengindikasikan prospek permintaan AI yang kuat, sehingga ada kemungkinan TSMC menaikkan panduannya.
Fokus penting lainnya adalah prospek belanja modal (capex), yang dianggap sebagai indikator kepercayaan manajemen terhadap keberlanjutan permintaan AI. Pada rilis kinerja sebelumnya, perusahaan menyatakan capex 2026 akan berada di batas atas panduan sebelumnya sebesar $52 miliar hingga $56 miliar. Beberapa analis, termasuk Liu, memperkirakan perusahaan dapat menaikkan belanja modal menjadi sekitar $58 miliar.