Story
Saham Trustpilot Anjlok 16,7% Akibat Rugi Bersih dan Denda Regulator

Saham Trustpilot Group PLC (TRST) anjlok 16,7% menjadi 218p dalam perdagangan hari ini setelah perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar $1 juta untuk paruh pertama tahun 2026. Angka ini merupakan pembalikan tajam dari laba $2 juta yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu, yang memicu aksi jual oleh investor.
Analisis Kinerja Keuangan
Menurut laporan perusahaan, kerugian yang tercatat sepenuhnya disebabkan oleh biaya non-berulang sebesar $6 juta. Biaya ini sebagian besar berasal dari denda antimonopoli yang dijatuhkan oleh otoritas persaingan usaha Italia (AGCM) dan provisi sebesar $1 juta untuk pajak penjualan historis di Amerika Serikat. Biaya tak terduga ini mengejutkan pasar dan menutupi kinerja operasional dasar perusahaan yang sebenarnya solid.
Di luar pos-pos luar biasa tersebut, metrik fundamental Trustpilot menunjukkan pertumbuhan yang kuat:
- Pendapatan naik 23% secara tahunan menjadi $151,4 juta.
- Nilai pemesanan (bookings) meningkat 22% menjadi $171 juta.
- EBITDA yang disesuaikan tumbuh 46% menjadi $26,3 juta.
- Margin EBITDA yang disesuaikan melebar hampir tiga poin persentase menjadi 17,4%.
AdKonteks Pasar dan Faktor Tambahan
Tekanan terhadap saham Trustpilot diperparah oleh sentimen pasar yang lebih luas. Indeks acuan Inggris, FTSE 100, tercatat turun 0,6% di tengah kenaikan harga minyak dan sentimen *risk-off* yang melanda bursa Eropa. Kondisi pasar yang lemah ini membuat saham-saham teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan menjadi lebih rentan terhadap berita negatif.
Selain itu, ketidakpastian kepemimpinan turut membebani sentimen. Perusahaan mengonfirmasi bahwa Hanno Damm telah mengundurkan diri dari dewan direksi pada 14 September, dengan Marcus Roy secara resmi mengambil alih posisi Chief Financial Officer (CFO). Transisi ini terjadi pada hari pelaporan keuangan yang sensitif, menambah dinamika yang harus dicerna oleh investor.
Kombinasi antara laporan rugi bersih—meskipun bersifat non-berulang—dan pergantian CFO pada hari di mana pasar secara umum sedang tertekan, terbukti menjadi beban berat bagi saham perusahaan. Investor kini menimbang sifat biaya yang hanya terjadi sekali ini terhadap risiko potensi biaya hukum atau denda regulator lebih lanjut di masa depan.