Story

Trezor Ungkap Kebocoran Data, Hampir 14.000 Pelanggan Terdampak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 14, 20261 min read
Trezor Ungkap Kebocoran Data, Hampir 14.000 Pelanggan Terdampak
Text size
Background

Produsen dompet perangkat keras (hardware wallet) mata uang kripto, Trezor, pada hari Kamis mengumumkan insiden pelanggaran data yang berasal dari salah satu penyedia layanan logistik pihak ketiga. Peristiwa ini telah menyebabkan terungkapnya informasi pribadi ribuan pelanggannya.

Rincian Pelanggaran Data

Menurut pernyataan resmi dari perusahaan yang berbasis di Praha tersebut, insiden ini berdampak pada pelanggan yang melakukan pemesanan dalam periode 90 hari sebelum 8 Agustus. Trezor menyatakan bahwa data pelanggan yang lebih lama telah dihapus dan tidak terpengaruh.

Secara spesifik, kebocoran ini mencakup:

  • 11.742 pelanggan yang seluruh data pribadinya—termasuk nama, alamat pengiriman, email, dan nomor telepon—terekspos.
  • 1.947 pelanggan lainnya yang sebagian informasi pribadinya juga terdampak.

Pelanggan yang terkena dampak berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Swedia, Kolombia, Brasil, Italia, dan Portugal.

Respons Perusahaan dan Risiko bagi Pengguna

Sample IUX Markets – In-articleAd

Trezor menegaskan bahwa sistem internal dan keamanan perangkat kerasnya sendiri tidak terganggu oleh insiden ini. Namun, perusahaan memperingatkan para pelanggan yang terdampak untuk waspada terhadap potensi peningkatan serangan *phishing* yang lebih tertarget di masa mendatang.

"Kami memahami keseriusan insiden ini dan potensi risikonya bagi pelanggan kami. Kami meminta maaf kepada semua pengguna yang terdampak," kata Trezor dalam sebuah pernyataan email. Informasi yang bocor dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber atau bahkan serangan fisik.

Konteks Industri Keamanan Kripto

Insiden ini menyoroti risiko yang melekat pada rantai pasokan dalam industri aset digital. Data dari lembaga keamanan siber CertiK menunjukkan bahwa serangan fisik terhadap pemegang mata uang kripto secara global meningkat sekitar 33% pada paruh pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, produsen dompet perangkat keras lain yang berbasis di Toronto, Coinkite Inc., juga pernah mengalami insiden keamanan serupa. Hal ini menandakan bahwa perlindungan data pelanggan di seluruh ekosistem, termasuk mitra pihak ketiga, merupakan tantangan berkelanjutan bagi industri.

Back to latest news

LATEST