Story
Tencent Negosiasikan Kepemilikan Terbesar di Startup AI Manus Pasca Intervensi Beijing - FT

Tencent dilaporkan sedang dalam negosiasi untuk menjadi pemegang saham terbesar di Manus, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok. Langkah ini menyusul perintah dari pemerintah Beijing pada bulan April untuk membatalkan akuisisi perusahaan tersebut oleh Meta, menurut laporan Financial Times yang mengutip sumber yang mengetahui diskusi tersebut.
Detail Kesepakatan
Pembicaraan yang sedang berlangsung melibatkan Tencent, ZhenFund, HSG, dan manajemen Manus untuk membatalkan akuisisi oleh Meta. Menurut sumber yang dikutip oleh FT, kesepakatan ini diusulkan dengan valuasi yang sama seperti saat diakuisisi Meta, yaitu sebesar $2 miliar.
- Struktur Kepemilikan: Tencent diperkirakan akan mengambil porsi saham terbesar, namun akan tetap menjadi pemegang saham minoritas.
- Partisipasi Investor: Diskusi juga terbuka untuk investor baru, sementara pemodal sebelumnya seperti firma modal ventura AS, Benchmark, dilaporkan tidak akan berpartisipasi.
Latar Belakang Intervensi Regulator
AdIntervensi Beijing merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mempertahankan kontrol domestik atas perusahaan-perusahaan AI terkemuka di Tiongkok. Meta telah mengakuisisi Manus pada bulan Desember dan dengan cepat mengintegrasikannya ke dalam operasinya, namun kini telah memisahkan kembali operasional kedua perusahaan.
Manus mendapatkan perhatian signifikan pada awal tahun 2025 setelah meluncurkan agen AI dengan nama yang sama, yang mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks secara mandiri. Perintah pembatalan akuisisi ini menggarisbawahi meningkatnya risiko regulasi dan geopolitik dalam transaksi teknologi lintas batas, terutama di sektor strategis seperti kecerdasan buatan.
Implikasi bagi Pasar
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana raksasa teknologi Tiongkok seperti Tencent dapat mengambil alih peluang investasi strategis ketika perusahaan Barat menghadapi hambatan regulasi di negara tersebut. Bagi investor, hal ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan lanskap kebijakan Beijing saat mengevaluasi investasi di sektor teknologi Tiongkok.