Story
Saham Cip Eropa Melemah, STMicro Anjlok Akibat Proyeksi Pendapatan Meleset

Saham STMicroelectronics anjlok hampir 15% di bursa Milan pada hari Kamis setelah perusahaan merilis proyeksi pendapatan untuk kuartal ketiga yang tidak memenuhi ekspektasi. Penurunan tajam ini membayangi laporan kinerja kuartal kedua yang kuat dan memberikan tekanan jual pada saham-saham semikonduktor di seluruh Eropa.
Proyeksi Lemah Memicu Aksi Jual
STMicro memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga berada di titik tengah $3,70 miliar, sekitar 2% di bawah konsensus analis sebesar $3,76 miliar. Proyeksi yang mengecewakan inilah yang menjadi pemicu utama aksi jual, meskipun kinerja kuartal kedua sebenarnya melampaui perkiraan pasar.
Pada kuartal kedua, perusahaan melaporkan:
- Pendapatan: $3,49 miliar, naik 26% secara tahunan dan sedikit di atas konsensus $3,47 miliar.
- EPS non-GAAP: $0,31, melampaui estimasi analis sebesar $0,23.
- EBIT: $269 juta, atau hampir 15% lebih tinggi dari konsensus.
Meskipun demikian, beberapa metrik menunjukkan kelemahan. EBITDA tercatat sebesar $679 juta, di bawah ekspektasi $798 juta, dan arus kas bebas sebesar $83 juta juga jauh di bawah konsensus $151 juta.
Dampak ke Sektor Semikonduktor Eropa
AdPelemahan STMicro berdampak negatif pada sentimen investor terhadap sektor cip secara umum. Saham-saham produsen semikonduktor lainnya turut terkoreksi, termasuk Infineon yang turun hingga 4,4%, BE Semiconductor Industries (BESI) melemah 3,7%, dan ASM International (ASMI) turun 1,7%.
BESI juga melaporkan kinerja yang beragam pada hari yang sama. Meskipun pesanan melonjak 128,8% dan rasio *book-to-bill* mencapai 1,17x yang menandakan permintaan solid ke depan, pendapatan kuartal kedua sedikit meleset dari konsensus. Sebaliknya, saham Soitec justru melonjak hingga 22% setelah melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh permintaan yang kuat di segmen fotonik.
Konteks dan Prospek ke Depan
Dalam konferensi pers, CEO Jean-Marc Chery mencoba memberikan pandangan positif untuk paruh kedua tahun ini. Dikutip oleh Reuters, ia menyatakan, "Kami mengantisipasi percepatan pertumbuhan pendapatan di Q4, terutama didorong oleh program pelanggan kami di pusat data AI dan komunikasi satelit LEO." Ia menambahkan bahwa pendapatan kuartal keempat diperkirakan akan melampaui $4 miliar.
Manajemen STMicro bahkan menaikkan target pendapatan dari pusat data AI menjadi di atas $1 miliar untuk tahun 2026 dan jauh di atas $2 miliar untuk tahun 2027. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan jangka pendek dipandang sebagai kondisi sementara, bukan tren. Sinyal positif lainnya adalah penurunan jumlah hari inventaris dari 140 menjadi 126, yang dapat menunjukkan siklus permintaan yang sehat.