Story
UBS: Sterling Diprediksi Terus Menguat Berkat Keunggulan Imbal Hasil

Pound sterling diperkirakan akan menguat dalam beberapa bulan mendatang setelah stabil dari kenaikan kuat pada bulan Juni dan Juli, menurut catatan terbaru dari UBS. Bank asal Swiss tersebut menyatakan bahwa pencarian imbal hasil (yield) yang sedang berlangsung dan posisi jual (short) sterling yang masih tinggi dapat mendukung aksi *short-covering* lebih lanjut.
Faktor Pendorong Penguatan Pound
Menurut UBS, penguatan pound didukung oleh beberapa faktor fundamental. Selain menawarkan imbal hasil tertinggi di Eropa setelah krone Norwegia yang kurang likuid, sterling saat ini memberikan keunggulan imbal hasil sekitar 1,5 poin persentase di atas euro.
Faktor pendukung lainnya meliputi:
- Data ekonomi Inggris yang lebih kuat baru-baru ini.
- Dampak harga minyak yang secara bertahap memudar.
- Ekspektasi pasar bahwa rencana fiskal pemerintah baru tidak akan mengganggu stabilitas pasar.
Kombinasi ini, menurut UBS, kemungkinan akan memicu pelepasan posisi jual sterling yang saat ini masih substansial, atau yang dikenal sebagai *short-covering*.
Proyeksi dan Perbandingan dengan Euro
AdUBS memproyeksikan pasangan mata uang EUR/GBP akan bergerak turun menuju level 0,84 sebelum akhirnya stabil di sekitar 0,85. Bank tersebut juga menetapkan 0,85 sebagai target barunya untuk September 2027.
Meskipun UBS tidak bersikap pesimis terhadap euro, mereka percaya bahwa sebagian besar sentimen positif untuk mata uang tunggal tersebut tampaknya sudah diperhitungkan oleh pasar. Ini termasuk ekspektasi pertumbuhan yang lebih kuat dari dukungan fiskal dan kenaikan suku bunga terakhir dari European Central Bank (ECB) pada bulan September, yang diyakini akan menjadi akhir dari siklus pengetatan.
Risiko Utama yang Perlu Diwaspadai
Risiko utama terhadap proyeksi ini adalah politik Inggris. UBS memperingatkan bahwa sentimen dapat berbalik dengan cepat jika pengumuman awal dari Perdana Menteri Andy Burnham, terutama menjelang anggaran bulan November, dianggap tidak bijaksana secara fiskal oleh pasar.
Selain itu, pemulihan ekonomi Eropa yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendorong pasangan EUR/GBP di atas level 0,86, yang akan menantang proyeksi penguatan pound saat ini.