Story
Poundsterling Datar Menjelang Keputusan BoE, Reli Dolar Tertahan

Summary
Poundsterling diperdagangkan stabil pada hari Kamis karena reli dolar AS berhenti sejenak, sementara investor menantikan keputusan kebijakan moneter Bank of England.
Poundsterling bergerak datar terhadap dolar AS pada hari Kamis, sementara euro bertahan di dekat level terkininya. Pergerakan ini terjadi saat reli dolar AS yang dipicu oleh The Fed berhenti sejenak dan pasar mengalihkan fokusnya pada keputusan suku bunga Bank of England (BoE) yang akan datang.
Berdasarkan data hingga pukul 08:12 GMT, pasangan mata uang GBP/USD sedikit berubah di level 1,3381, sementara EUR/USD naik tipis 0,03% menjadi 1,1468.
Reli Dolar Pasca-The Fed
Dolar AS melonjak secara luas pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Keputusan ini disertai dengan "dot plot" yang *hawkish*, di mana 12 dari 18 pejabat FOMC memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.
"Dolar reli di semua lini, dengan Indeks Dolar (DXY) naik 0,6% dan berada di level tertinggi dua bulan," kata Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING. Pesole menambahkan bahwa meskipun risiko untuk dolar AS sekarang lebih seimbang setelah dorongan kebijakan moneter diserap pasar, risiko tersebut "tetap condong ke atas dalam jangka pendek."
Fokus Beralih ke Bank of England
AdPergerakan sterling saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika dolar daripada perkembangan domestik. Pasar secara luas mengantisipasi Bank of England akan mempertahankan suku bunga di level 3,75% pada pertemuan hari Kamis, dengan proyeksi pemungutan suara 6-3.
Ekspektasi pasar hanya menyiratkan pengetatan sebesar 2 basis poin untuk pertemuan ini. Menurut Pesole dari ING, pertanyaan kuncinya adalah "apakah Gubernur Andrew Bailey akan memberikan sinyal ketidaknyamanan terhadap ekspektasi pasar." Nada yang lebih *dovish* dari BoE berpotensi menekan sterling terhadap dolar dan euro.
Prospek Pasar dan Faktor Eksternal
ING memproyeksikan target EUR/GBP di level 0,87 pada akhir tahun, mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut untuk pound. Sementara itu, prospek dolar tetap sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama harga minyak dan de-eskalasi ketegangan di Teluk.
Analis mencatat bahwa penurunan harga minyak yang berkelanjutan atau meredanya konflik AS-Iran akan diperlukan untuk mengubah bias *bullish* pada dolar. Tanpa perkembangan tersebut, baik sterling maupun euro menghadapi risiko penurunan dalam waktu dekat.