Story

Pound Menguat Saat Dolar Melemah Akibat Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Pound Menguat Saat Dolar Melemah Akibat Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah

Summary

Pound sterling dan euro menguat terhadap dolar AS pada hari Jumat, menyusul rilis data pekerjaan AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve telah selesai dengan siklus pengetatan kebijakannya.

Text size
Background

Mata uang pound sterling diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat, bersamaan dengan euro, karena dolar AS merosot secara luas. Pelemahan dolar dipicu oleh laporan data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi, yang memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve tidak akan lagi menaikkan suku bunga.

Pasangan GBP/USD naik ke level $1,3360, menguat 0,10% dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan. Sementara itu, EUR/USD naik menjadi $1,1455, menguat 0,18% pada pukul 07:30 ET (11:30 GMT). Menurut Francesco Pesole, ahli strategi valas di ING, laporan pekerjaan tersebut memiliki sedikit sisi positif, dengan penambahan 57.000 pekerjaan "lebih dari terimbangi" oleh revisi ke bawah sebesar 74.000 untuk dua bulan sebelumnya.

Pesole menambahkan bahwa penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2% sebagian besar didorong oleh tingkat partisipasi yang lebih rendah, yang merupakan sinyal kurang menggembirakan. Laporan ini mempersulit pasar untuk membangun kembali ekspektasi adanya dua kali pemotongan suku bunga oleh The Fed, namun belum cukup lemah untuk memicu perubahan kebijakan yang signifikan. ING memperkirakan indeks dolar akan stabil di rentang 100-101,5 dalam beberapa minggu mendatang.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan pound sterling kali ini tidak didorong oleh fundamental ekonomi Inggris. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menyatakan bahwa ekonomi Inggris berada dalam "fase lesu" dan kenaikan suku bunga hipotek telah memperketat kebijakan. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa pemotongan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, kenaikan euro agak terbatas oleh narasi yang memudarnya potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Hal ini disebabkan oleh data inflasi bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan dan harga minyak yang terus rendah. Pasar kini menantikan data penting berikutnya, yaitu laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada 14 Juli, yang dianggap sebagai ujian kunci berikutnya bagi ekspektasi suku bunga.

Back to latest news

LATEST