Story
Stellantis Tandatangani MoU Penjualan Pabrik Brampton dengan Produsen Kendaraan Lapis Baja Roshel

Stellantis NV telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Roshel Inc., produsen kendaraan lapis baja asal Kanada, yang menguraikan langkah-langkah menuju penjualan pabrik mobilnya yang tidak beroperasi di dekat Toronto. Masa depan fasilitas tersebut sangat bergantung pada keberhasilan Roshel dalam mendapatkan kontrak pertahanan yang signifikan.
Detail Kesepakatan
Menurut CEO Roshel, Roman Shimonov, dokumen tersebut merupakan langkah awal dalam proses yang kompleks dan menetapkan kerangka kerja yang jelas untuk akuisisi. "Ini adalah dokumen yang secara jelas merinci rencana, tanggung jawab, kerangka kerja, dan segalanya," kata Shimonov, seraya menambahkan bahwa perusahaannya adalah satu-satunya calon pembeli serius untuk fasilitas tersebut.
Seorang juru bicara Stellantis, LouAnn Gosselin, mengonfirmasi penandatanganan MOU tersebut. Ia menyatakan bahwa Stellantis percaya Roshel mewakili "jalur yang kuat untuk memulihkan operasi di Brampton Assembly dan melestarikan peran lokasi tersebut di sektor manufaktur Kanada."
Bergantung pada Kontrak Militer
Langkah Roshel untuk mengakuisisi pabrik ini didorong oleh upayanya untuk memenangkan kontrak militer Kanada yang nilainya dapat mencapai C$4,9 miliar ($3,5 miliar) untuk membangun kendaraan utilitas ringan. Roshel telah menginformasikan kepada pemerintah Kanada bahwa mereka dapat mengaktifkan kembali fasilitas tersebut dengan cepat jika berhasil memenangkan kontrak tersebut.
AdBagi investor, kesepakatan ini memberikan potensi solusi untuk aset manufaktur besar yang menganggur, yang dapat mengurangi beban finansial pada neraca Stellantis. Keberhasilan Roshel akan menjadi katalisator utama untuk realisasi penjualan ini.
Latar Belakang Pabrik Brampton
Pabrik Stellantis tersebut, yang sebelumnya mempekerjakan sekitar 3.000 pekerja serikat, menghentikan produksi pada akhir tahun 2023. Rencana sebelumnya untuk memproduksi SUV Jeep Compass di lokasi itu dibatalkan tahun lalu setelah adanya rencana tarif dari AS terhadap kendaraan buatan luar negeri.
Pembatalan tersebut menuai kritik dari pemerintah Kanada, yang telah memberikan dukungan finansial signifikan kepada Stellantis. Produsen mobil tersebut saat ini juga sedang dalam negosiasi dengan Unifor, serikat pekerja yang mewakili para pekerja di pabrik tersebut.