Story

Saham SpaceX Jatuh di Bawah Harga IPO di Tengah Pudarnya Reli Pascabursa

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20261 min read
Saham SpaceX Jatuh di Bawah Harga IPO di Tengah Pudarnya Reli Pascabursa

Summary

Untuk pertama kalinya sejak debut, saham SpaceX diperdagangkan di bawah harga penawaran umumnya sebesar $135, tertekan oleh kekhawatiran profitabilitas dan berakhirnya periode lock-up yang akan datang.

Text size
Background

Saham SpaceX (SPCX) untuk pertama kalinya jatuh di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) pada hari Rabu, menandakan bahwa reli pasca-pencatatan saham perusahaan antariksa tersebut terus memudar. Saham turun 2,2% menjadi $133,02 pada pukul 12:35 ET, melintasi di bawah harga penawaran $135 dari IPO senilai $86 miliar bulan lalu.

Rincian Kinerja Saham

Penurunan ini menambah periode perdagangan yang volatil bagi SpaceX. Setelah melantai di bursa, sahamnya sempat melonjak hampir 50% dalam tiga hari perdagangan pertama sebelum menyerahkan kembali sebagian besar keuntungan tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Tekanan jual terhadap saham ini berpotensi meningkat. Pembatasan *lock-up* pertama yang melarang penjualan saham oleh investor awal dan orang dalam perusahaan akan berakhir setelah SpaceX melaporkan kinerja kuartalan pertamanya sebagai perusahaan publik dalam beberapa minggu mendatang.

Faktor-Faktor yang Menekan Saham

Kekhawatiran investor mengenai jalur profitabilitas perusahaan meningkat setelah SpaceX mengungkapkan kerugian bersih sebesar $4,9 miliar untuk tahun sebelumnya. Laporan ini menimbulkan pertanyaan tentang fundamental keuangan perusahaan di tengah valuasi yang tinggi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selain itu, saham ini juga terbebani oleh tantangan pasar yang lebih luas. Hal ini termasuk ketidakpastian mengenai arah suku bunga Federal Reserve dan keraguan yang berkembang tentang keberlanjutan reli pada saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), terutama di sektor semikonduktor.

Konteks Pasar dan Pandangan Analis

Kekuatan awal saham SpaceX sebagian didorong oleh permintaan dari dana investasi pasif. Ini terjadi setelah perusahaan yang dipimpin Elon Musk tersebut dengan cepat dimasukkan ke dalam indeks saham utama seperti Russell 1000 dan Nasdaq 100.

Meskipun terjadi kemerosotan baru-baru ini, Wall Street sebagian besar tetap optimis terhadap prospek saham tersebut. Sebagai contoh, Raymond James baru-baru ini menetapkan target harga $800 per saham, yang merupakan salah satu perkiraan paling bullish di pasar.

Back to latest news

LATEST