Story
Harga Berjangka Kedelai Naik karena Para Pedagang Menantikan Pertemuan Pemimpin AS-China

Summary
Harga kedelai di Bursa Perdagangan Chicago naik pada hari Senin karena perhatian pasar beralih ke pertemuan penting yang dijadwalkan minggu ini antara para pemimpin AS dan Tiongkok. Hasil pertemuan tersebut dapat memiliki implikasi signifikan bagi perdagangan pertanian.
Kontrak berjangka kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik pada hari Senin karena para pedagang memposisikan diri menjelang pertemuan penting yang dijadwalkan pada hari Kamis ini antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi Tiongkok. Pembicaraan tersebut dipantau secara ketat mengingat status Tiongkok sebagai importir kedelai terbesar di dunia.
Fokus Pasar pada Pembicaraan AS-Tiongkok
Kontrak berjangka kedelai yang paling aktif naik 23,5 sen menjadi $13,27 per bushel pada pukul 12:30 siang CDT, menurut Investing.com. Sentimen pasar didukung oleh komentar dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menggambarkan diskusi perdagangannya dengan para pejabat Tiongkok selama akhir pekan sebagai "produktif."
Negosiasi yang akan datang ini mengikuti komitmen sebelumnya dari Beijing. Menurut pengumuman Gedung Putih pada bulan Mei, China setuju untuk membeli setidaknya $17 miliar produk pertanian AS setiap tahunnya untuk tahun 2026, 2027, dan 2028.
Kenaikan Lebih Luas di Sektor Biji-bijian
AdPasar biji-bijian utama lainnya juga mencatatkan kenaikan di CBOT.
- Harga berjangka jagung naik 13,5 sen menjadi $5,41 per bushel.
- Harga berjangka gandum naik 12 sen menjadi $7,26-1/4 per bushel.
Kenaikan harga gandum sebagian disebabkan oleh meningkatnya ketegangan di wilayah Laut Hitam. Serangan pesawat tak berawak baru-baru ini antara Ukraina dan Rusia telah mengurangi harapan akan de-eskalasi konflik, yang telah sangat mengganggu ekspor biji-bijian dari kedua negara.