Story
Korea Selatan: Sengketa Coupang Tidak Hambat Agenda Perdagangan dan Keamanan dengan AS

Summary
Seorang pejabat tinggi Korea Selatan membantah bahwa sengketa hukum dengan raksasa e-commerce Coupang menunda diskusi penting dengan Washington mengenai perdagangan, investasi, dan keamanan, di tengah kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan.
Seorang pejabat tinggi kepresidenan Korea Selatan pada hari Rabu menegaskan bahwa sengketa hukum dengan perusahaan e-commerce Coupang yang terdaftar di AS tidak menunda diskusi bilateral dengan Washington mengenai isu-isu strategis. Penegasan ini muncul untuk meredakan kekhawatiran bahwa kasus tersebut telah menjadi sumber ketegangan dalam aliansi kedua negara.
Penegasan dari Penasihat Keamanan Nasional
Penasihat Keamanan Nasional, Wi Sung-lac, menyatakan bahwa masalah Coupang melibatkan penyelidikan kebocoran data yang telah ditetapkan secara hukum. Menurutnya, diskusi yang lebih luas mengenai perdagangan, investasi, atau keamanan dengan Amerika Serikat berjalan sesuai rencana dan tidak terpengaruh oleh kasus ini.
"Ada berbagai isu yang tertunda antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa konsultasi keamanan ditunda karena isu-isu tersebut," kata Wi dalam sebuah pengarahan, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Ia menambahkan bahwa pertemuan tingkat tinggi baru-baru ini membahas berbagai isu bilateral secara komprehensif, bukan hanya kasus Coupang.
Latar Belakang Sengketa Data
Sengketa ini berpusat pada penyelidikan Korea Selatan atas kebocoran data di Coupang, yang berbasis di Seattle. Terdapat perbedaan signifikan mengenai skala insiden tersebut:
Ad- Pemerintah Korea Selatan mengklaim insiden itu mempengaruhi lebih dari 33 juta catatan data.
- Coupang menyatakan bahwa hanya sekitar 3.000 catatan yang terlibat.
Perbedaan ini telah memicu friksi, dengan beberapa pejabat dan kelompok bisnis AS menuduh Seoul menargetkan perusahaan tersebut secara tidak adil. Wi Sung-lac menolak klaim ini, dengan menyatakan, "Fakta itu (kebocoran 33 juta data) telah ditetapkan. Diskusi harus dimulai dari titik itu."
Konteks Hubungan Dagang dan Investasi
Di luar sengketa Coupang, agenda ekonomi dan keamanan antara kedua negara tetap berjalan. Wi mengonfirmasi bahwa diskusi mengenai janji investasi Korea Selatan senilai $350 miliar di Amerika Serikat terus berlanjut, menyebutnya sebagai isu tunggal terbesar dalam hubungan bilateral.
Di bidang perdagangan, Wi mengatakan Seoul mengantisipasi kemungkinan Washington memberlakukan tarif tambahan di bawah Seksyen 301 Undang-Undang Perdagangan AS terkait kerja paksa. Namun, ia meyakini tarif tersebut tidak akan melebihi tingkat yang lebih luas yang sedang dinegosiasikan. Sementara itu, Menteri Industri Kim Jung-kwan dijadwalkan berangkat ke Washington untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai kerja sama perdagangan dan investasi.