Story
Skild AI Tembus Pendapatan Berulang $100 Juta di Tengah Lonjakan Pelanggan

Skild AI Inc., perusahaan rintisan yang mengembangkan perangkat lunak bagi robot untuk mempelajari tugas, telah mencapai laju pendapatan berulang tahunan (*annual recurring revenue*) sebesar $100 juta. Pencapaian ini diraih hanya 10 bulan setelah produknya mulai digunakan secara komersial, menurut laporan Bloomberg pada hari Kamis.
Pertumbuhan Pelanggan yang Pesat
Pencapaian pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan basis pelanggan yang signifikan. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, salah satu pendiri dan CEO Deepak Pathak menyatakan bahwa teknologi Skild AI kini digunakan di ratusan robot yang tersebar di lebih dari 60 perusahaan.
Jumlah ini menunjukkan peningkatan tajam dari hanya delapan perusahaan pada awal tahun ini. Pengguna teknologi ini bervariasi, mulai dari kafe di Jepang hingga gudang logistik di Amerika Serikat, yang mengindikasikan adopsi pasar yang luas.
Kepercayaan Investor dan Valuasi
Perkembangan pesat Skild AI juga tercermin dari kepercayaan investor. Pada bulan Januari, perusahaan berhasil menutup putaran pendanaan sebesar $1,4 miliar, yang melambungkan valuasinya menjadi $14 miliar. Nilai ini meningkat lebih dari tiga kali lipat hanya dalam kurun waktu tujuh bulan.
AdLonjakan valuasi ini menyoroti tingginya ekspektasi pasar terhadap potensi teknologi AI umum (*generalized AI*) yang dikembangkan Skild untuk merevolusi sektor robotika dan otomatisasi industri.
Inovasi Teknologi dan Kemitraan
Skild AI berfokus pada sistem AI yang dapat beradaptasi, memungkinkan robot belajar melalui observasi dan praktik, bukan dioptimalkan untuk satu tugas spesifik. Bulan lalu, perusahaan meluncurkan model AI "S1" yang memungkinkan robot humanoid meniru keterampilan baru hanya dengan menonton manusia melakukannya.
Model ini mampu melakukan "pembelajaran dalam konteks" (*in-context learning*), memungkinkan robot menguasai tugas multi-langkah yang kompleks. Selain itu, Skild tahun lalu mengumumkan kemitraan strategis dengan Nvidia Corp. (NASDAQ:NVDA) dan Foxconn untuk otomatisasi robotika di sebuah pabrik chip di Houston.