Story
Debut SK Hynix di Nasdaq Validasi Taruhan Berisiko Miliarder Chey Tae-won

Summary
SK Hynix resmi melantai di bursa Nasdaq dengan valuasi $26,5 miliar, sebuah pencapaian yang menandai keberhasilan taruhan berisiko yang diambil oleh miliarder Korea Selatan Chey Tae-won lebih dari satu dekade lalu.
Pencatatan saham perdana SK Hynix di bursa Nasdaq senilai $26,5 miliar pada hari Jumat menjadi puncak dari strategi jangka panjang yang pernah dianggap berisiko tinggi. Keberhasilan ini merupakan validasi atas keputusan miliarder Korea Selatan Chey Tae-won untuk mengakuisisi produsen chip yang merugi pada tahun 2012, yang kini telah menjelma menjadi pemain utama di industri kecerdasan buatan (AI).
Puncak dari Taruhan Jangka Panjang
Pada tahun 2012, akuisisi Hynix oleh SK Group di bawah kepemimpinan Chey dipandang problematis. Industri chip memori dikenal sangat siklikal, padat modal, dan saat itu Hynix terus merugi serta tertinggal dari Samsung Electronics dalam pangsa pasar dan teknologi.
Namun, Chey mengambil langkah strategis dengan memfokuskan SK Hynix pada pengembangan chip *high-bandwidth memory* (HBM), sebuah teknologi yang saat itu masih tergolong ceruk pasar. Investasi selama lebih dari satu dekade ini akhirnya membuahkan hasil seiring dengan ledakan permintaan AI.
Kunci Sukses di Era AI
Taruhan pada HBM terbukti sangat tepat ketika teknologi ini menjadi komponen krusial dalam akselerator AI buatan Nvidia, yang mendorong SK Hynix menjadi produsen HBM terbesar di dunia. Kemitraan ini bahkan mendapat pujian langsung dari CEO Nvidia, Jensen Huang.
Ad"SK adalah mitra memori terbesar kami. Tanpa kemitraan SK, industri AI saat ini tidak akan berkembang sehebat ini," ujar Huang kepada wartawan di Seoul pada bulan Juni, seperti dikutip oleh Reuters. Keberhasilan ini juga didukung oleh keputusan Chey untuk memberdayakan eksekutif internal Hynix, seperti CEO Park Sung-wook yang diangkat pada 2013, yang gigih memperjuangkan pengembangan HBM di tengah skeptisisme internal.
Tantangan di Tengah Ledakan Permintaan
Meski SK Hynix sedang menikmati momentum AI, Chey, yang kekayaannya diperkirakan mencapai $5,4 miliar menurut Forbes, menyadari adanya tantangan ke depan. Ia menyuarakan kekhawatiran bahwa permintaan yang tinggi dan kelangkaan pasokan saat ini tidak akan bertahan selamanya.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh rencana investasi masif dari SK Hynix dan Samsung untuk membangun pabrik chip baru di Korea Selatan. Meskipun bertujuan memenuhi lonjakan permintaan, ekspansi besar-besaran ini juga menimbulkan risiko potensi kelebihan pasokan (*oversupply*) di masa depan dalam industri yang sangat sensitif terhadap siklus pasar.