Story
Sandoz Akan Berdialog dengan AS Pasca Ancaman Tarif dari Trump

Produsen obat generik asal Swiss, Sandoz, menyatakan akan melanjutkan dialog dengan para pembuat kebijakan di Amerika Serikat menyusul ancaman tarif signifikan dari Presiden AS Donald Trump. Ancaman tersebut, yang bertujuan untuk memaksa produksi obat-obatan kembali ke AS, secara langsung menekan saham Sandoz di bursa.
Ancaman Tarif dan Respon Sandoz
Presiden Donald Trump, dalam sebuah unggahan di media sosial X pada hari Selasa, mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 100% mulai Agustus 2028 bagi produsen obat generik yang tidak memproduksi obat-obatan untuk pasar AS secara lokal. Tarif ini akan meningkat menjadi 200% pada tahun berikutnya.
Menanggapi hal ini, Sandoz merilis pernyataan yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal. "Kami memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan keterjangkauan dan akses terhadap obat-obatan di Amerika Serikat," kata perusahaan tersebut, seraya menambahkan akan melanjutkan diskusi mengenai cara terbaik untuk mencapai tujuan ini.
Sandoz menyatakan masih terlalu dini untuk menilai implikasi penuh dari ancaman tersebut terhadap operasi manufaktur atau keputusan investasi di masa depan. Pernyataan ini muncul di tengah rencana Sandoz yang diumumkan pada tahun 2024 untuk menutup satu-satunya pabriknya di AS, yang berlokasi di Long Island, New York, sekitar akhir tahun 2026.
Dampak Pasar dan Analisis
AdBerita mengenai ancaman tarif ini langsung berdampak pada pasar, dengan saham Sandoz tercatat turun sekitar 3% setelah pembukaan pasar pada hari Rabu. Investor merespons potensi gangguan pada model bisnis perusahaan, yang sangat bergantung pada rantai pasok global.
Menurut analis Vontobel, Stefan Schneider, langkah pemerintah AS ini bertujuan untuk membalikkan tren pergeseran produksi obat generik ke negara-negara berbiaya rendah. Namun, ia memperingatkan bahwa membawa kembali manufaktur ke AS kemungkinan akan menaikkan harga obat generik bagi konsumen Amerika.
Schneider menambahkan bahwa meskipun aturan baru ini akan berdampak paling besar pada China dan India, Sandoz juga akan terpengaruh secara signifikan. Sekitar 22% dari total penjualan Sandoz berasal dari Amerika Utara, sementara kapasitas produksinya di wilayah tersebut sangat terbatas.
Menurut data Food and Drug Administration (FDA) AS, lebih dari 90% obat-obatan yang dijual di AS adalah generik, menyoroti skala potensi dampak dari kebijakan semacam ini terhadap pasokan dan harga obat di negara tersebut.