Story

Saham Samsung Electronics Anjlok Akibat Kekhawatiran Kontrak Chip dan Persaingan dari Apple

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20262 min read
Saham Samsung Electronics Anjlok Akibat Kekhawatiran Kontrak Chip dan Persaingan dari Apple
Text size
Background

Saham Samsung Electronics anjlok lebih dari 4% pada perdagangan hari Jumat, tertekan oleh kombinasi faktor negatif termasuk kekhawatiran atas bisnis pengecoran chip (*foundry*), meningkatnya persaingan dari Apple di pasar ponsel lipat, dan memburuknya sentimen risiko di pasar.

Tekanan dari Berbagai Sisi

Saham raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics (KS:005930), ditutup anjlok 4,1% ke level ₩258.000 pada hari Jumat. Pelemahan ini dipicu oleh beberapa sentimen negatif yang menekan saham dari berbagai arah, mulai dari tantangan bisnis internal hingga tekanan pasar makroekonomi.

Menurut laporan Investing.com, faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan ini adalah:

  • Laporan mengenai potensi penundaan kontrak manufaktur chip 2-nanometer dengan Qualcomm.
  • Peluncuran iPhone Duo, ponsel lipat pertama dari Apple, yang menjadi pesaing langsung.
  • Memburuknya selera risiko (*risk appetite*) investor akibat kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak.
  • Peringatan dari Bank of Korea mengenai konsentrasi modal asing di saham-saham unggulan.

Persaingan Bisnis dan Prospek Foundry

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sebuah laporan pasar menyebutkan bahwa unit *foundry* Samsung menghadapi kemungkinan penundaan dalam kesepakatan untuk memproduksi prosesor Qualcomm menggunakan teknologi 2-nanometer. Laporan tersebut menyoroti bahwa kendala ini dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan Samsung untuk mengamankan Qualcomm sebagai pelanggan pengecoran utama di masa depan.

Di sisi lain, tekanan datang dari kompetitor utamanya, Apple, yang meluncurkan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo. Dengan harga $1.999, produk ini akan bersaing langsung dengan Galaxy Z Fold 8 milik Samsung yang dibanderol $1.899. Lembaga riset Counterpoint memproyeksikan Apple akan merebut 25% pangsa pasar ponsel lipat tahun ini, sementara Samsung diperkirakan akan memegang 38%, mengancam dominasi Samsung di segmen ini.

Sentimen Pasar dan Dampak Luas

Selain faktor spesifik perusahaan, pelemahan saham Samsung juga sejalan dengan kondisi pasar yang lebih luas. Bank of Korea pada 10 September mengeluarkan peringatan bahwa dana lindung nilai (*hedge funds*) dan ETF luar negeri memperbesar dampak modal asing di pasar ekuitas Korea, dengan kekhawatiran terfokus pada posisi terkonsentrasi di Samsung Electronics dan SK Hynix. Peringatan ini kemungkinan mendorong sebagian investor untuk mengurangi risiko (*de-risking*).

Akibatnya, pelemahan signifikan pada saham Samsung dan SK Hynix turut menyeret turun indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, lebih dari 2% pada penutupan perdagangan hari Jumat.

Back to latest news

LATEST