Story

Rusia Gunakan Drone Kabel Fiber Optik untuk Lumpuhkan Gardu Listrik Ukraina

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 10, 20262 min read
Rusia Gunakan Drone Kabel Fiber Optik untuk Lumpuhkan Gardu Listrik Ukraina

Summary

Rusia menerapkan taktik baru dengan drone kecil berbiaya rendah yang dipandu kabel fiber optik untuk menembus pertahanan gardu induk listrik Ukraina, menargetkan komponen vital yang bernilai jutaan dolar.

Text size
Background

Rusia dilaporkan menggunakan drone kecil yang diterbangkan melalui kabel fiber optik untuk melewati pertahanan Ukraina dan merusak gardu induk listrik tegangan tinggi di wilayah Sumy. Analisis sumber terbuka menunjukkan taktik baru ini memungkinkan drone untuk kebal terhadap sistem peperangan elektronik yang dirancang untuk mengganggu sinyal radio.

Laporan tersebut, yang diverifikasi oleh Centre for Information Resilience (CIR) dan dikonfirmasi oleh Reuters, didasarkan pada rekaman yang beredar di media sosial Rusia. Drone FPV (First Person View) yang terhubung dengan kabel ini mampu menghindari gangguan sinyal, memberikan keunggulan signifikan dalam menembus area yang dijaga ketat.

Dampak Ekonomi dan Strategis

Serangan ini secara khusus menargetkan komponen paling vital dan mahal di dalam gardu induk: autotransformator. Menurut Oleksandr Kharchenko, kepala Energy Research Centre di Kyiv, melumpuhkan satu autotransformator pada gardu 330 kV dapat menonaktifkan seluruh unit gardu, dengan kerugian mencapai sekitar $3,5 juta per unit.

CIR telah memverifikasi empat serangan semacam itu pada gardu 330 kV yang tampaknya terlindungi dengan baik, serta setidaknya empat serangan lainnya pada gardu 110 kV yang lebih kecil. Serangan ini menunjukkan analisis biaya-manfaat yang sangat timpang, di mana drone yang diperkirakan berharga hanya $2.000 mampu menghancurkan aset infrastruktur bernilai jutaan dolar.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Taktik Menembus Pertahanan

Ukraina sebelumnya telah memperkuat fasilitas energinya dengan sarkofagus beton dan jaring anti-drone untuk melindungi dari serangan misil dan drone yang lebih besar. Namun, taktik baru Rusia ini dirancang untuk mengatasi perlindungan tersebut.

Joshua Scriven, seorang investigator di CIR, menjelaskan bahwa Rusia menggunakan drone pertama untuk membuat lubang pada jaring pelindung, kemudian mengirimkan drone kedua melalui celah tersebut untuk menyerang target. "Saya pikir mereka mulai menggunakannya karena sarkofagus pelindung ini. (Drone fiber optik) ini dapat bermanuver di sekitar struktur besar dan menemukan jalan melalui lubang ventilasi," kata Scriven. Serangan ini diyakini sebagai bagian dari strategi Rusia yang lebih luas untuk mengisolasi wilayah Ukraina dari jaringan listrik nasional.

Back to latest news

LATEST