Story
Anggota Parlemen AS Desak Trump Lawan Regulasi Teknologi Uni Eropa

Summary
Sebanyak 25 anggota parlemen dari Partai Republik meminta Presiden Trump mengambil tindakan tegas terhadap regulasi teknologi Uni Eropa, yang mereka anggap menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika secara tidak adil.
Sekelompok 25 anggota parlemen Partai Republik telah mengirimkan surat kepada Presiden Donald Trump, mendesak pemerintahannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap regulasi teknologi Uni Eropa (UE). Menurut para legislator, kebijakan digital UE secara tidak adil menargetkan dan menghambat perusahaan-perusahaan teknologi Amerika.
Tuduhan Praktik Anti-Persaingan
Dalam surat yang dilihat oleh kantor berita Reuters, para legislator tersebut menuduh UE terus-menerus melakukan "tindakan, kebijakan, dan praktik anti-persaingan sebagai alat ekstraksi ekonomi dan pemaksaan regulasi terhadap perusahaan-perusahaan Amerika." Mereka mendorong pemerintahan Trump untuk mengambil tindakan tegas sebelum UE semakin memperkuat rezim yang mereka sebut anti-Amerika ini.
Kelompok ini mencakup tujuh anggota parlemen yang bertugas di subkomite perdagangan DPR AS, termasuk ketuanya, Adrian Smith. Surat ini menyoroti meningkatnya ketegangan transatlantik terkait regulasi di sektor teknologi.
Sorotan pada Digital Markets Act
Kekhawatiran utama para legislator berpusat pada Digital Markets Act (DMA) Uni Eropa. Regulasi ini berdampak pada raksasa teknologi yang ditetapkan sebagai "gatekeepers", termasuk:
Ad- Amazon (NASDAQ:AMZN)
- Apple (NASDAQ:AAPL)
- Booking Holdings (NASDAQ:BKNG)
- ByteDance
- Google (NASDAQ:GOOGL)
- Meta Platforms (NASDAQ:META)
- Microsoft (NASDAQ:MSFT)
Para legislator secara spesifik menyatakan keprihatinan atas potensi dimasukkannya unit *cloud* Amazon dan Microsoft ke dalam cakupan DMA. Hal ini, menurut mereka, akan menciptakan persyaratan regulasi yang tidak dihadapi oleh pesaing *cloud* dari Eropa dan Tiongkok.
Selain itu, mereka juga mengkritik denda yang diperkirakan akan dijatuhkan UE kepada Google minggu ini atas dugaan pelanggaran DMA. Mereka berpendapat bahwa sanksi tersebut tidak memperhitungkan perubahan yang telah dilakukan Google pada layanan pencariannya untuk mematuhi aturan.
Implikasi bagi Investor
Desakan dari legislator AS ini menandakan potensi eskalasi konflik regulasi antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Bagi investor, hal ini meningkatkan ketidakpastian politik dan regulasi yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar AS di pasar Eropa. Setiap tindakan balasan atau hambatan perdagangan lebih lanjut dapat memengaruhi pendapatan dan valuasi saham di sektor ini.