Story

Pound Sterling Melemah di Bawah $1,35 di Tengah Reli Dolar AS Akibat Kenaikan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20262 min read
Pound Sterling Melemah di Bawah $1,35 di Tengah Reli Dolar AS Akibat Kenaikan Minyak
Text size
Background

Pound Sterling diperdagangkan lebih rendah terhadap Dolar AS pada hari Senin, jatuh di bawah level psikologis $1,35. Pelemahan ini bukan disebabkan oleh faktor domestik Inggris, melainkan oleh penguatan Dolar AS secara luas yang didorong oleh kenaikan harga minyak dan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat dari Federal Reserve AS.

Penguatan Dolar Menjadi Pendorong Utama

Kekuatan Dolar AS menjadi narasi dominan di pasar mata uang. Menurut data Investing.com, pasangan mata uang GBP/USD terakhir berada di level 1,3482, turun 0,33%. Sementara itu, EUR/USD juga anjlok 0,55% ke level 1,1535.

Reli Dolar dipicu oleh dua faktor utama:

  • Lonjakan Harga Minyak: Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3% setelah Arab Saudi menutup pipa minyak Timur-Barat menyusul serangan *drone*. Eskalasi geopolitik ini meningkatkan permintaan Dolar sebagai aset *safe-haven*.
  • Ekspektasi Suku Bunga The Fed: Pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 22 basis poin pada hari Rabu. Langkah ini dianggap "hampir pasti" setelah data inflasi AS (CPI) yang lebih panas dari perkiraan dirilis minggu lalu, menurut analisis dari ING.

Prospek Kebijakan dan Dampak Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Para analis memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan sikap *hawkish* dalam pertemuannya minggu ini. "The Fed kemungkinan akan mempertahankan nada *hawkish* mengingat permintaan pasar obligasi untuk kredibilitas kebijakan dan kenaikan harga energi baru-baru ini," kata Francesco Pesole, Ahli Strategi Valas di ING.

ING memproyeksikan bahwa penguatan Dolar dapat berlanjut, dengan Indeks Dolar (DXY) berpotensi kembali ke kisaran 99,50-100. "Kami terus mendukung penguatan Dolar secara moderat dari sini," tambah Pesole. Menurutnya, pesan kebijakan moneter yang tegas dari The Fed dapat membantu Dolar berfungsi lebih efisien sebagai aset *safe haven*.

Konteks untuk Sterling dan Euro

Pelemahan Sterling pada hari Senin murni disebabkan oleh dinamika Dolar, tanpa adanya data ekonomi signifikan atau komentar dari Bank of England sebagai pemicu. Penurunan GBP/USD sejalan dengan pelemahan Euro, menunjukkan sentimen pasar yang lebih luas.

Untuk Euro, perhatian investor akan tertuju pada survei ZEW Jerman dan pidato dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Presiden Christine Lagarde. Pesole dari ING mencatat bahwa pesan *hawkish* dari ECB minggu lalu dapat memperlambat laju penurunan Euro, meskipun target jangka pendek ING untuk EUR/USD tetap di level 1,1500.

Back to latest news

LATEST