Story

Poundsterling Tertekan Dolar AS Jelang Rilis Data Inflasi, Abaikan PDB Inggris yang Melampaui Ekspektasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20262 min read
Poundsterling Tertekan Dolar AS Jelang Rilis Data Inflasi, Abaikan PDB Inggris yang Melampaui Ekspektasi

Summary

Poundsterling Inggris bergerak datar pada hari Jumat, tertekan oleh penguatan Dolar AS menjelang rilis data inflasi penting, meskipun data PDB Inggris menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.

Text size
Background

Poundsterling Inggris bergerak stabil pada hari Jumat, dengan reaksi pasar yang terbatas terhadap data pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan Dolar AS menjadi pendorong utama di pasar valuta asing, seiring investor memposisikan diri menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Pada pukul 09:10 GMT, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan sedikit lebih rendah di level 1,3504, turun 0,06%. Sementara itu, Dolar AS menguat secara luas, didukung oleh antisipasi data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS.

Dolar AS Menguat Menjelang Data CPI

Investor secara aktif menantikan data inflasi AS, dengan konsensus pasar memperkirakan IHK utama akan naik 0,4% secara bulanan dan IHK inti naik 0,2%. Data ini dianggap krusial karena dapat memantapkan keputusan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuannya pekan depan. Pasar saat ini telah memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 18 basis poin.

Francesco Pesole, ahli strategi valas di ING, menyatakan bahwa Dolar AS sedang membangun kembali korelasi positifnya dengan imbal hasil obligasi jangka panjang AS. "Kami terus melihat potensi kenaikan untuk dolar," ujarnya. Pesole menambahkan bahwa faktor-faktor seperti kenaikan harga minyak, terhentinya penguatan yen, dan ketegangan geopolitik mendorong "aliran dana defensif kembali ke dolar," dan melihat Indeks Dolar (DXY) berpotensi kembali ke level 100 poin.

Data PDB Inggris Diabaikan Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di Inggris, data ekonomi menunjukkan fundamental yang lebih kuat dari perkiraan. Produk Domestik Bruto (PDB) untuk bulan Juli tumbuh 0,4% secara bulanan, melampaui ekspektasi dan lebih tinggi dari pertumbuhan 0,3% pada bulan Juni. Menurut ING, sekitar setengah dari pertumbuhan tersebut disumbang oleh sektor teknologi informasi, yang kemungkinan mendapat manfaat dari investasi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).

Namun, berita positif ini gagal memberikan dorongan signifikan bagi poundsterling. ING berpendapat bahwa ketahanan pound belakangan ini tidak sepenuhnya didorong oleh fundamental domestik. Aksi jual pada obligasi pemerintah Inggris, yang mendorong imbal hasil 10-tahun mendekati 5,5%, lebih mencerminkan korelasi yang tinggi terhadap pergerakan obligasi pemerintah AS daripada tekanan fiskal domestik.

Prospek Kebijakan Bank Sentral

Fokus pasar kini terbagi antara kebijakan Federal Reserve dan Bank of England (BoE). Sementara The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga, Bank of America (BofA) memprediksi BoE akan mempertahankan suku bunga di level 3,75% pada pertemuan pekan depan dengan perbandingan suara 6-3. BofA juga menilai ekspektasi pasar untuk hampir empat kali kenaikan suku bunga oleh BoE tahun depan terlalu agresif.

ING mempertahankan pandangan positif terhadap Dolar AS untuk sisa tahun ini, dengan target kuartal keempat untuk GBP/USD di level 1,33 dan EUR/GBP di 0,87. Perubahan sikap bullish terhadap dolar hanya akan terjadi jika The Fed mengonfirmasi kenaikan suku bunga pada bulan September atau jika data CPI yang lebih lemah menyebabkan penurunan ekspektasi inflasi yang signifikan.

Back to latest news

LATEST