Story
Saham Philip Morris Melonjak Usai Laba Kuartal II Lampaui Ekspektasi

Summary
Raksasa tembakau ini melaporkan pendapatan dan laba yang melampaui estimasi analis secara signifikan, mendorong sahamnya ke level tertinggi 52 minggu meskipun ada pemangkasan proyeksi setahun penuh.
Saham Philip Morris International (PM) melonjak hampir 4,9% pada perdagangan pagi setelah raksasa tembakau tersebut melaporkan hasil keuangan kuartal kedua 2026 yang secara signifikan melampaui ekspektasi analis, baik dari sisi pendapatan maupun laba. Kinerja yang kuat ini berhasil mengangkat sentimen investor meskipun perusahaan merevisi turun proyeksi laba untuk sisa tahun ini.
Kinerja Kuartal II Lampaui Estimasi
Philip Morris melaporkan laba per saham (EPS) dilusian yang disesuaikan sebesar $2,20, melampaui estimasi konsensus sebesar $2,04. Angka ini juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,2%. Pendapatan perusahaan mencapai $11,19 miliar, jauh di atas perkiraan analis sebesar $10,61 miliar.
CEO Jacek Olczak menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah. "Kami memberikan hasil yang luar biasa di kuartal kedua, mendorong pendapatan bersih melampaui $11 miliar untuk pertama kalinya dengan pertumbuhan yang sangat baik di semua metrik utama," ujarnya. Kinerja ini menyoroti momentum bisnis perusahaan yang kuat, sebagian didorong oleh akuisisi Swedish Match yang memperkuat posisinya di produk tembakau tradisional dan produk berisiko lebih rendah.
Proyeksi Dipangkas Namun Diabaikan Pasar
Di sisi lain, Philip Morris memberikan proyeksi yang lebih rendah dari perkiraan untuk periode mendatang. Perusahaan memperkirakan EPS kuartal ketiga 2026 berada di kisaran $2,20–$2,25, di bawah konsensus analis sebesar $2,43.
AdSelain itu, perusahaan memangkas proyeksi EPS yang disesuaikan setahun penuh menjadi $8,26–$8,41 dari rentang sebelumnya $8,31–$8,46. Penurunan ini, yang merupakan ketiga kalinya tahun ini, disebabkan oleh meningkatnya persaingan di industri tembakau dan dampak negatif dari nilai tukar mata uang. Namun, investor tampaknya lebih fokus pada kekuatan laporan kuartal kedua dan momentum pada portofolio produk bebas asap.
Konteks Pasar dan Sentimen Analis
Kenaikan saham PM terjadi di tengah pasar yang cenderung melemah, dengan S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing turun 0,2% dan 0,5%. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan harga saham PM lebih disebabkan oleh faktor internal perusahaan daripada sentimen pasar secara umum.
Sentimen positif juga didukung oleh lembaga riset BTIG yang memulai cakupan saham Philip Morris dengan peringkat 'Beli' dan target harga $216. Analis BTIG menyoroti eksekusi perusahaan dalam transisi ke produk berisiko lebih rendah. Secara teknikal, saham PM juga berhasil mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu di $199,78 pada perdagangan intraday, menandakan momentum positif yang kuat.