Story

Pusat Data OpenAI di Australia Batal Gunakan Air Daur Ulang, Beralih ke Metode Boros Energi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20261 min read
Pusat Data OpenAI di Australia Batal Gunakan Air Daur Ulang, Beralih ke Metode Boros Energi
Text size
Background

Pengembang pusat data yang direncanakan akan dibangun oleh OpenAI di Australia telah membatalkan rencana penggunaan air daur ulang untuk sistem pendinginannya. Menurut laporan Reuters, fasilitas tersebut kini akan beralih ke metode pendinginan yang lebih intensif energi.

Perubahan Rencana Pendinginan

NEXTDC, mitra OpenAI di Australia, mengonfirmasi kepada Reuters bahwa diskusi dengan perusahaan utilitas telah dihentikan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan gagal mendapatkan izin perencanaan untuk membangun pipa yang diperlukan guna mengangkut air daur ulang ke lokasi proyek.

Rencana awal untuk fasilitas S7 berkapasitas 612-megawatt ini adalah memanfaatkan air limbah olahan dari Sydney untuk mendinginkan servernya. Dokumen perencanaan yang diajukan pada bulan April menyebutkan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menghindari penggunaan air minum dan mengurangi beban pada jaringan listrik.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi Energi dan Lingkungan

Dengan perubahan ini, pusat data yang akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia tersebut akan menggunakan metode pendinginan yang berbeda. NEXTDC menyatakan akan menggunakan sistem pendinginan cair (*liquid cooling*) yang bersirkulasi di sekitar chip untuk menyerap panas.

Meski proses ini tidak menggunakan air, metode tersebut secara inheren mengonsumsi lebih banyak energi. Pergeseran ini menyoroti tantangan lingkungan dan logistik yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan berskala besar, di mana efisiensi energi dan air menjadi pertimbangan krusial bagi investor dan pemangku kepentingan.

Back to latest news

LATEST