Story
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3% Akibat Serangan di Arab Saudi dan Penundaan Dialog Hormuz

Summary
Harga minyak mentah naik tajam di awal pekan karena meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan setelah serangan baru Houthi di Arab Saudi dan penundaan pertemuan regional penting mengenai Selat Hormuz.
Harga minyak melonjak tajam pada awal perdagangan hari Senin, didorong oleh kekhawatiran baru atas potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Pemicu utamanya adalah serangan lanjutan oleh kelompok Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi dan penundaan dialog diplomatik penting mengenai keamanan Selat Hormuz.
Eskalasi Serangan Memicu Kekhawatiran Pasokan
Pemicu utama kenaikan harga adalah serangan yang dilaporkan dilakukan oleh kelompok Houthi Yaman terhadap beberapa target di Arab Saudi selama akhir pekan. Serangan ini menyasar fasilitas energi vital, termasuk kilang dan terminal bahan bakar Aramco, serta kapal-kapal di selat Bab el-Mandeb.
Sebagai tanggapan, Arab Saudi dilaporkan telah menutup pipa minyak Timur-Barat yang krusial. Langkah ini secara efektif menghilangkan rute ekspor alternatif jika lalu lintas melalui Selat Hormuz memburuk. "Riyadh kini telah kehilangan opsi untuk menggunakan ekspor barat jika situasi Selat Hormuz memburuk lagi. Hal ini kemungkinan akan memberikan tekanan kenaikan lebih lanjut pada harga minyak minggu ini," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Penundaan Dialog Regional Menambah Ketidakpastian
Faktor kedua yang menekan pasar adalah berita bahwa pertemuan regional antara Iran dan negara-negara Teluk Persia lainnya telah ditunda. Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, pada hari Minggu mengonfirmasi penundaan pertemuan yang semula dijadwalkan pada hari Senin tersebut.
AdDialog ini sebelumnya telah meredakan sebagian kekhawatiran pasar, dengan harapan diplomasi dapat mengurangi ketegangan dan mengamankan jalur pasokan. Dengan penundaan tanpa batas waktu yang ditentukan, ketidakpastian mengenai keamanan Selat Hormuz—jalur vital bagi sebagian besar ekspor minyak global—kembali meningkat, menambah premi risiko pada harga minyak.
Dampak Terhadap Harga Minyak
Kombinasi dari faktor-faktor geopolitik ini secara langsung berdampak pada harga. Minyak mentah berjangka Brent sempat melonjak hingga 3,5% mencapai $108,41 per barel.
Harga kemudian sedikit terkoreksi tetapi tetap berada di level tinggi, diperdagangkan di sekitar $107,51 per barel pada pukul 19:13 ET (23:13 GMT). Perkembangan ini menjaga harga minyak mentah tetap berada di dekat level puncak tahunannya karena investor memperhitungkan risiko gangguan pasokan yang lebih tinggi.