Story
Harga Minyak Stabil Setelah Turun 8% karena Pasar Memantau Diplomasi AS-Iran dan Pengiriman Minyak dari Selat Hormuz

Summary
Harga minyak mentah stabil setelah mengalami penurunan hampir 8% selama empat sesi, karena meredanya kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah dan tanda-tanda potensi kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran membawa ketenangan ke pasar.
Harga minyak stabil pada hari Selasa setelah penurunan hampir 8% selama empat sesi perdagangan berturut-turut, karena tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran serta meredanya gangguan pasokan di Timur Tengah meredakan kecemasan pasar. Minyak mentah Brent bertahan di dekat angka $100 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah $96.
Upaya Diplomatik dan Pergeseran Pasokan
Perhatian pasar kini tertuju pada perkembangan diplomatik. Presiden AS Trump dijadwalkan untuk berpidato di Majelis Umum PBB pada Selasa sore, di mana potensi pertemuan dengan Presiden Iran Massoud Pezeshkian dipantau dengan cermat. Investor juga memantau pertemuan puncak AS-China yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.
"Investor pasar minyak akan mengamati setiap kemajuan di bidang diplomatik," kata Hamad Hussein, Ekonom Senior Iklim dan Komoditas di Capital Economics. Namun, Hussein memperingatkan bahwa terobosan substansial masih belum pasti, mengingat perbedaan signifikan yang masih ada antara tuntutan AS dan Iran.
Selain meredanya kekhawatiran pasokan, data satelit menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengiriman minyak Arab Saudi dari terminal-terminalnya di Teluk Persia. Hal ini menunjukkan bahwa kerajaan tersebut telah berhasil mengalihkan ekspor melalui Selat Hormuz yang penting setelah penutupan jalur pipa transnasional utama.
Latar Belakang Geopolitik dan Pasar
Harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 60% tahun ini, didorong oleh konflik di Timur Tengah yang dimulai pada bulan Februari dan telah mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz. Perang di Ukraina juga telah merusak infrastruktur energi, yang semakin memperketat pasokan global. Harga produk olahan telah naik lebih cepat lagi, dengan harga eceran solar AS mencapai rekor tertinggi di atas $6,50 per galon.
AdDalam gangguan pasokan terpisah, produksi di ladang minyak terbesar Libya, Sharara, telah dipangkas lebih dari setengahnya. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, produksi ladang tersebut saat ini sekitar 127.000 barel per hari setelah sebuah kelompok bersenjata menutup jalur pipa yang menuju terminal ekspor Zawiya.
Dampak Ekonomi dan Harga Terbaru
Kenaikan tajam harga energi telah menjadi kontributor utama inflasi global, mendorong Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga pekan lalu. Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencapai target inflasi bank sentral.
Berdasarkan laporan terbaru:
- Minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 0,62% menjadi $100,71 per barel.
- Minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober sedikit berubah pada $95,95 per barel.