Story

Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Pasokan Akibat Keraguan Kesepakatan AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 12, 20262 min read
Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Pasokan Akibat Keraguan Kesepakatan AS-Iran

Summary

Harga minyak mentah Brent dan WTI melanjutkan kenaikannya, didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan serangan terhadap kapal yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

Text size
Background

Harga minyak naik pada perdagangan hari Rabu, melanjutkan tren kenaikan karena keraguan atas potensi kesepakatan damai AS-Iran dan serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah memicu kekhawatiran investor akan gangguan pasokan. Sentimen ini mengimbangi data industri yang menunjukkan peningkatan tak terduga pada stok minyak mentah Amerika Serikat.

Pada pukul 00:53 GMT, minyak mentah Brent berjangka naik 72 sen, atau 0,81%, menjadi $89,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 71 sen, atau 0,85%, ke level $83,91 per barel.

Ketegangan Geopolitik Mendorong Harga

Kenaikan harga minyak didasari oleh memudarnya harapan untuk kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang meningkatkan risiko geopolitik di kawasan produsen minyak utama. Kekhawatiran ini diperparah oleh laporan serangan terpisah terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb pada hari Selasa.

Seorang pejabat keamanan tinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa rute pelayaran vital Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali AS menerima syarat-syarat Iran. Akibatnya, data pelayaran menunjukkan lalu lintas melalui selat tersebut anjlok menjadi hanya enam kapal pada hari Senin, jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 11 kapal.

Data Stok AS Memberi Sinyal Berlawanan

Di sisi lain, data dari American Petroleum Institute (API) memberikan sentimen yang kontras. Menurut sumber pasar yang mengutip data API, stok minyak mentah AS justru melonjak tajam sekitar 9,1 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 7 Agustus.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Angka ini jauh melebihi ekspektasi pasar, di mana jajak pendapat Reuters sebelumnya memproyeksikan penurunan stok. Jika data resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis pada hari Rabu mengonfirmasi kenaikan ini, hal tersebut dapat meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai ketatnya pasokan. Data API juga menunjukkan:

  • Stok bensin turun 1,5 juta barel.
  • Stok distilat turun 596.000 barel.

Prospek Pasar

Kenaikan pada hari Rabu merupakan kelanjutan dari penguatan signifikan sejak awal pekan, di mana kedua kontrak acuan telah melonjak sekitar 5% pada hari Senin. Pasar saat ini menimbang antara risiko gangguan pasokan di Timur Tengah dan potensi melunaknya permintaan atau melimpahnya pasokan di AS.

Untuk jangka panjang, EIA memproyeksikan gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah sekitar 600.000 barel per hari akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2027. Investor akan mencermati rilis data resmi EIA untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai fundamental pasokan dan permintaan di konsumen minyak terbesar dunia.

Back to latest news

LATEST