Story
Harga Minyak Menguat Seiring Tensi Iran dan Gangguan Pasokan di Selat Hormuz

Summary
Harga minyak mentah naik pada hari Senin karena pasar merespons memudarnya harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan AS-Iran, meskipun produksi OPEC menunjukkan peningkatan.
Harga berbagai jenis minyak mentah menguat pada hari Senin, didorong oleh memudarnya ekspektasi pasar terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menuntut Iran untuk membayar kompensasi atas korban yang menurutnya disebabkan oleh negara tersebut dalam berbagai konflik dan serangan.
Dampak Gangguan Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur perairan krusial yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas global. Gangguan pada jalur ini, yang telah berlangsung sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, secara signifikan membatasi aliran pasokan dan menopang harga energi global.
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga juga didukung oleh dinamika pasar internal. Selisih harga (spread) antara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent melebar untuk hari keempat berturut-turut. Pelebaran spread ini cenderung meningkatkan permintaan ekspor untuk minyak mentah AS, yang pada gilirannya memberikan dukungan lebih lanjut terhadap harga.
AdProduksi OPEC Meningkat
Di tengah kekhawatiran pasokan, sebuah survei menunjukkan bahwa produksi minyak OPEC justru naik pada bulan Juli. Negara-negara anggota Teluk dilaporkan memulihkan pasokan yang sebelumnya dihentikan akibat konflik Iran dan penutupan efektif selat tersebut.
Berdasarkan survei tersebut, output dari 11 negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkat sebesar 1,17 juta barel per hari (bph) dari bulan Juni, mencapai total 19,85 juta bph pada bulan Juli. Peningkatan ini menunjukkan adanya upaya dari sebagian produsen untuk mengimbangi potensi kekurangan pasokan di pasar.