Story
Harga Minyak Turun dari Puncak 5 Minggu Setelah Komentar Trump Meredakan Kekhawatiran Iran

Summary
Harga minyak mentah terkoreksi setelah reli tiga hari menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan kampanye militer terhadap Iran tidak akan berlangsung lama, meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan.
Harga minyak turun tipis pada perdagangan Asia hari Kamis, mengakhiri reli selama tiga sesi berturut-turut, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan baru terhadap Iran tidak akan berlangsung lama. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu pasokan minyak global.
Rincian Pergerakan Harga
Berdasarkan data Investing.com, harga kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 0,4% menjadi $95,25 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,2% ke level $90,80 per barel.
Koreksi ini terjadi setelah kedua kontrak acuan tersebut naik hampir 1% pada hari Rabu, mencapai level tertinggi dalam lima minggu. Kenaikan sebelumnya didorong oleh kekhawatiran bahwa konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran akan semakin memanas dan mengancam arus pasokan dari Timur Tengah.
Meredanya Ketegangan Geopolitik
Kekhawatiran pasar mulai mereda setelah Trump pada hari Rabu menyatakan bahwa kampanye militer AS yang baru terhadap Iran tidak akan berlanjut untuk periode yang panjang. Pernyataan ini membantu menekan premi risiko geopolitik yang sempat melonjak di pasar minyak.
AdSebelumnya, ketegangan meningkat setelah pasukan AS menyerang pantai selatan Iran dan Teheran membalas dengan menargetkan posisi AS di seluruh kawasan. Pasar kini memusatkan perhatian pada Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pengiriman minyak. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa 17 juta barel minyak mentah telah melewati jalur tersebut pada hari Senin, volume tertinggi sejak konflik mengurangi arus secara tajam. Namun, data awal dari Kpler menunjukkan lalu lintas pengiriman masih fluktuatif.
Stok AS Menunjukkan Penurunan
Di sisi fundamental, pasar mendapat sinyal *bullish* dari data inventaris AS. Stok minyak mentah komersial AS turun sebesar 4,5 juta barel pekan lalu, penurunan pertama dalam lima minggu dan berlawanan dengan perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan tipis.
Data stok produk olahan menunjukkan gambaran yang beragam. Stok bensin turun 1,2 juta barel, sementara stok sulingan, yang mencakup solar dan minyak pemanas, naik sekitar 800.000 barel. Investor juga kini menantikan pertemuan OPEC+ pada hari Minggu, di mana kelompok produsen tersebut diperkirakan akan mempertahankan kebijakan produksi minyak mereka untuk bulan Oktober.