Story
Harga Minyak Turun karena Tanker Terus Melintasi Zona Konflik Timur Tengah

Summary
Minyak mentah Brent dan WTI melemah, menghapus sebagian kenaikan tajam sebelumnya, karena data menunjukkan arus pelayaran komoditas tetap berjalan melalui Selat Bab el-Mandeb meskipun ketegangan geopolitik meningkat.
Harga minyak turun pada perdagangan hari Kamis, menghapus sebagian dari kenaikan signifikan yang tercatat pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi meskipun ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, karena data menunjukkan kapal-kapal tanker minyak terus berhasil melintasi rute-rute pelayaran utama di kawasan tersebut.
Rincian Pergerakan Harga
Menurut data Reuters pada pukul 00:15 GMT, kontrak berjangka Brent turun 79 sen, atau 0,9%, menjadi $87,30 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 76 sen, atau 0,9%, ke level $83,70 per barel.
Pergerakan ini membalikkan lonjakan tajam pada sesi sebelumnya, di mana Brent ditutup naik 7,91% dan WTI melonjak 6,56%. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga anjlok sekitar 5% pada hari Selasa di tengah jeda singkat dalam permusuhan antara AS dan Iran.
Arus Perdagangan Tetap Berjalan
Pasar merespons data pelayaran awal yang menunjukkan bahwa sebanyak 39 kapal komoditas melewati Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah pada hari Selasa. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 19 Juli, menandakan bahwa pasokan belum sepenuhnya terhenti meskipun konflik meluas.
Ad"Meskipun volume secara keseluruhan berkurang, minyak terus 'bocor' keluar dari kawasan itu melalui berbagai saluran, dan solusi alternatif sedang dieksplorasi," kata analis pasar IG, Tony Sycamore. Menurutnya, semakin lama situasi ini berlanjut, rute-rute alternatif ini akan semakin mengikis daya ungkit Iran atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Latar Belakang Eskalasi Geopolitik
Koreksi harga terjadi di tengah latar belakang risiko geopolitik yang memanas. Beberapa perkembangan terakhir meliputi:
- Serangan gabungan AS-Arab Saudi terhadap pasukan paramiliter yang didukung Iran di Irak, sebagai balasan atas serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi.
- Iran menembaki pangkalan AS di Yordania dan mengklaim telah menyerang tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
- Arab Saudi dilaporkan berupaya membangun koalisi untuk melindungi pelayaran di Laut Merah dari serangan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Kelompok Houthi di Yaman pada 20 Juli mengumumkan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Langkah ini membuka front baru dalam perang dan mengancam lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran minyak terpenting kedua di dunia.