Story

Harga Minyak Stabil Setelah Melonjak Akibat Pupusnya Harapan Kesepakatan Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 11, 20262 min read
Harga Minyak Stabil Setelah Melonjak Akibat Pupusnya Harapan Kesepakatan Selat Hormuz

Summary

Harga minyak mentah sedikit berubah di perdagangan Asia setelah melonjak lebih dari 5% pada sesi sebelumnya, karena harapan untuk kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz memudar.

Text size
Background

Harga minyak mentah stabil dalam perdagangan awal Asia pada hari Selasa, setelah mengalami kenaikan tajam di sesi sebelumnya menyusul memudarnya harapan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz akan segera tercapai.

Menurut data pasar, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun tipis 0,1% menjadi $81,05 per barel pada pukul 19:39 ET (23:39 GMT).

Pupusnya Harapan Kesepakatan Hormuz

Patokan minyak global, Brent dan WTI, ditutup melonjak lebih dari 5% pada hari Senin. Kenaikan ini dipicu oleh sikap Amerika Serikat dan Iran yang sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini, yang memupuskan optimisme pasar terhadap kesepakatan pembukaan kembali jalur air strategis tersebut.

Perkembangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan otoritas AS pekan lalu yang mengindikasikan bahwa kesepakatan sudah dekat, yang sempat menekan harga minyak. Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan akhir dengan Oman untuk rute pelayaran baru melalui Hormuz, namun menegaskan bahwa AS harus memenuhi syarat lain, termasuk kompensasi dan pencabutan seluruh sanksi.

Dampak Pasokan dan Konteks Geopolitik

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang memasok sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia sebelum konflik AS-Israel dengan Iran. Meskipun sempat dibuka kembali secara singkat berdasarkan kesepakatan damai pada bulan Juni, lalu lintas kapal tanker kembali menyusut di tengah serangan baru Iran terhadap kapal yang melintas.

Penutupan jalur ini telah menjadi faktor pendukung utama bagi harga minyak mentah. Setiap eskalasi atau kebuntuan negosiasi secara langsung meningkatkan premi risiko geopolitik pada harga minyak, yang menjadi perhatian utama bagi investor dan pelaku pasar energi.

Ancaman Baru dari Laut Merah

Menambah kekhawatiran atas gangguan pasokan, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada akhir pekan. Kelompok ini juga mengancam akan membuka front baru dalam perang dengan menargetkan kapal dan infrastruktur minyak di Laut Merah.

Ancaman ini semakin meningkatkan kecemasan di pasar mengenai potensi gangguan pasokan yang lebih luas di Timur Tengah, yang pada gilirannya memberikan dorongan lebih lanjut pada harga minyak mentah.

Back to latest news

LATEST