Story
Harga Minyak Turun 2% di Tengah Kekhawatiran Ekonomi yang Melampaui Risiko Pasokan

Harga minyak mentah turun sekitar 2% pada penutupan perdagangan hari Kamis, karena kekhawatiran bahwa inflasi yang meningkat dan perlambatan ekonomi global dapat menekan permintaan energi. Sentimen negatif ini terbukti lebih kuat daripada kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.
Kekhawatiran Permintaan Global Jadi Fokus Utama
Fokus investor beralih ke sinyal-sinyal ekonomi makro yang dapat menghambat pertumbuhan dan, akibatnya, permintaan minyak. Di Amerika Serikat, risalah rapat Federal Reserve menunjukkan kekhawatiran para pembuat kebijakan mengenai inflasi, yang dapat mendorong kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kenaikan suku bunga dirancang untuk mendinginkan ekonomi, yang juga dapat mengurangi konsumsi minyak.
Sementara itu, data dari Tiongkok, importir minyak terbesar kedua di dunia, menunjukkan inflasi harga produsen melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun pada bulan Juni. Hal ini menekan margin keuntungan para manufaktur dan mengindikasikan adanya tekanan pada aktivitas ekonomi.
Risiko Geopolitik Gagal Angkat Harga
Penurunan harga terjadi meskipun ketegangan geopolitik meningkat di beberapa wilayah. Eskalasi konflik antara AS dan Iran telah menunda pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global sebelum perang. Analis di Goldman Sachs mencatat bahwa arus minyak dari Teluk Persia telah pulih hingga di atas 80% dari level sebelum perang, namun kembali turun ke level 70-an persen setelah serangan baru-baru ini.
Meskipun demikian, para analis menilai pasar memandang ketegangan ini mungkin tidak akan berlangsung lama. "Kami memperkirakan ketegangan yang baru di Timur Tengah antara AS dan Iran akan relatif berumur pendek karena kedua negara dibatasi oleh realitas ekonomi dan politik yang praktis," kata Vikas Dwivedi, ahli strategi energi global di Macquarie Group, dalam sebuah catatan.
AdDi Eropa, serangan drone Ukraina terhadap kapal tanker Rusia di Laut Azov juga menambah ketidakpastian pasokan. Ini terjadi setelah Rusia mengumumkan larangan ekspor solar, yang sempat memicu kenaikan tajam pada harga kontrak berjangka solar AS.
Rincian Harga Penutupan
Kekhawatiran terhadap permintaan pada akhirnya lebih mendominasi sentimen pasar daripada risiko pasokan. Berikut adalah rincian harga penutupan pada hari Kamis:
- Minyak mentah Brent turun $1,72, atau 2,2%, menjadi $76,30 per barel.
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $1,44, atau 2,0%, menjadi $72,08 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah pada hari Rabu kedua patokan harga minyak tersebut ditutup pada level tertinggi dalam beberapa minggu.