Story

Harga Minyak Menguat Usai Iran Ancam Infrastruktur Energi Teluk

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20262 min read
Harga Minyak Menguat Usai Iran Ancam Infrastruktur Energi Teluk

Summary

Harga minyak melanjutkan kenaikannya, dengan Brent bertahan di atas $97 per barel, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran mengancam akan menargetkan infrastruktur minyak dan gas di Teluk.

Text size
Background

Harga minyak memperpanjang penguatannya pada hari Selasa, dengan minyak mentah Brent bertahan di atas $97 per barel, karena investor menimbang risiko gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi Timur Tengah. Eskalasi ini terjadi setelah Iran memperingatkan bahwa infrastruktur minyak dan gas di seluruh Teluk dapat menjadi sasaran sebagai balasan atas serangan terhadap aset-asetnya.

Ancaman Memicu Kekhawatiran Pasokan

Peringatan dari Iran muncul setelah serangkaian serangan balasan antara Amerika Serikat dan Iran selama akhir pekan, termasuk serangan terhadap kapal-kapal komersial. Para pejabat Iran menyatakan bahwa kepentingan minyak dan gas AS serta infrastruktur energi lainnya di Teluk rentan terhadap pembalasan.

"Rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, mudah diakses, dan terbuka. Perusahaan minyak dan gas Amerika di seluruh perairan dan fasilitas ini berbagi kerentanan yang sama," kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf. "Serang aset kami, dan Anda akan diserang. Kami sudah membuktikannya," tambahnya.

Fokus pada Selat Hormuz

Pasar minyak secara khusus memantau perkembangan di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang krusial bagi lalu lintas tanker global. Iran menyatakan akan memperkenalkan zona terbatas baru di Teluk dan koridor pelayaran alternatif, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa kontrol maritim yang lebih ketat dapat memperlambat arus kapal tanker.

Meski demikian, ada sedikit tanda-tanda diplomasi yang menahan laju kenaikan harga. Iran menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan di Selat Hormuz hampir tercapai, yang berpotensi memberikan mekanisme untuk meredakan gangguan pelayaran. Namun, pasar tetap skeptis bahwa diplomasi dapat dengan cepat mengakhiri konfrontasi AS-Iran yang lebih luas.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak Pasar

Ketegangan yang terus berlanjut telah mendorong harga minyak naik tajam. Konflik ini telah mendorong harga acuan Brent naik 8% pada minggu lalu, sementara WTI melonjak hampir 10%.

Berdasarkan data terkini:

  • Minyak Brent naik sekitar 0,1% menjadi $97,20 per barel.
  • Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1% menjadi $92,38 per barel.

Pada hari Senin, Brent sempat menyentuh level $98 per barel sebelum ditutup dengan kenaikan hampir 1%, menunjukkan sentimen pasar yang sangat sensitif terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah.

Back to latest news

LATEST