Story

Harga Minyak Turun Hampir 1% Jelang Sanksi Baru AS terhadap Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 26, 20261 min read
Harga Minyak Turun Hampir 1% Jelang Sanksi Baru AS terhadap Iran

Summary

Harga minyak mentah terkoreksi pada hari Senin di tengah aksi ambil untung setelah kenaikan dua minggu, sementara pasar menantikan sanksi baru AS terhadap Iran yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik.

Text size
Background

Harga minyak mentah turun hampir 1% pada perdagangan hari Senin, mengalami koreksi setelah mencatat kenaikan kuat selama dua minggu berturut-turut. Penurunan ini terjadi di tengah potensi aksi ambil untung oleh investor, sementara pasar bersiap menghadapi sanksi baru yang lebih ketat dari Amerika Serikat terhadap Iran.

Rincian Pergerakan Harga

Menurut data Investing.com, pada pukul 19:43 Waktu Timur AS (ET), atau Senin pagi waktu Asia, harga kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,9% menjadi $93,51 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,1% ke level $86,08 per barel. Kedua acuan harga minyak ini sebelumnya telah membukukan kenaikan kumulatif lebih dari 5% dalam dua pekan terakhir.

Eskalasi Sanksi dan Ketegangan Geopolitik

Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk memberlakukan sanksi terberat yang pernah ada terhadap Iran pada hari Senin. Dalam sebuah artikel opini di Financial Times, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Iran akan menghadapi apa yang disebutnya sebagai "Hari-H versi ekonomi".

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pernyataan ini memperkuat peringatan sebelumnya dari para pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Donald Trump, mengenai perang ekonomi terhadap Teheran. Sanksi baru tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi dalam konferensi pers oleh Bessent pada pukul 14:00 ET hari Senin.

Risiko Pasokan dari Selat Hormuz

Ketegangan yang meningkat berpusat di Selat Hormuz, jalur perairan vital yang menyalurkan sekitar 20% dari pasokan minyak global. Menanggapi tekanan AS, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei, mengancam bahwa "tidak akan ada setetes minyak pun" yang dapat diekspor dari Selat Hormuz atau "di mana pun di Teluk Persia" jika perang ekonomi terus berlanjut.

Pasar kini mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang lebih besar dari kawasan tersebut. Risiko konflik juga meluas, dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, yang berpotensi memperluas ketegangan ke arah Laut Merah.

Back to latest news

LATEST