Story
Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Enam Pekan di Tengah Eskalasi Tensi AS-Iran

Summary
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1,5% ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir, dipicu oleh serangan baru AS terhadap Iran dan ancaman Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan global.
Harga minyak mentah global melonjak ke level tertingginya dalam lebih dari enam pekan pada hari Kamis, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran dan kelompok Houthi di Yaman menargetkan kapal-kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan yang signifikan.
Kenaikan Harga di Tengah Konflik
Menurut data Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik $1,93 atau 2%, menjadi $96 per barel pada pukul 00:11 GMT, level tertinggi sejak 8 Juni. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), naik $1,44 atau 1,7%, ke level $88,27 per barel.
Kenaikan ini mengikuti laporan bahwa militer AS telah melakukan serangan malam ke-12 berturut-turut terhadap Iran. Perkembangan ini meningkatkan pertaruhan dalam konflik setelah Presiden AS Donald Trump berjanji akan membalas setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak yang krusial.
Ancaman di Jalur Pelayaran Utama
Risiko terhadap rantai pasokan energi global semakin nyata setelah Garda Revolusi Iran melaporkan sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah ledakan di rute yang mereka sebut telah dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz. Garda Revolusi menyatakan selat tersebut berada di bawah kendali mereka dan "ditutup sepenuhnya" selama tindakan AS berlanjut, memperingatkan bahwa tidak ada tanker yang diizinkan melintas tanpa koordinasi dengan Iran.
AdDi front lain, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang membawa minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb dan mengumumkan blokade laut. Laporan keamanan maritim menyebutkan salah satu kapal tanker berbendera Saudi, Encelia, telah terkena serangan di Laut Merah, menggarisbawahi ancaman nyata terhadap pasokan energi di luar Teluk Persia.
Pasar Abaikan Data Stok AS
Di tengah kekhawatiran geopolitik, pasar tampaknya mengabaikan data fundamental dari Amerika Serikat. Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah AS secara tak terduga naik sebesar 2 juta barel pekan lalu, berlawanan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 1,1 juta barel.
Kenaikan stok biasanya menjadi sinyal bearish bagi harga minyak, karena dapat mengindikasikan permintaan yang lebih lemah. Namun, investor saat ini lebih memprioritaskan premi risiko geopolitik yang timbul dari konflik di Timur Tengah, yang berpotensi memangkas pasokan global secara signifikan dan mendadak.