Story

Harga Minyak Naik 4 Hari Berturut-turut di Tengah Konflik AS-Iran dan Ancaman Blokade

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20262 min read
Harga Minyak Naik 4 Hari Berturut-turut di Tengah Konflik AS-Iran dan Ancaman Blokade

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya untuk sesi keempat berturut-turut, didorong oleh kekhawatiran pasokan akibat eskalasi konflik militer AS-Iran dan ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi.

Text size
Background

Harga minyak mentah naik untuk hari keempat berturut-turut pada hari Rabu, mendekati level tertinggi sejak pertengahan Juni. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap pasokan energi global di tengah eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, serta ancaman blokade laut yang menargetkan Arab Saudi.

Pada pukul 20:43 ET (00:43 GMT), kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September naik 0,6% menjadi $91,55 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,4% ke level $84,69 per barel.

Eskalasi Geopolitik Memicu Kekhawatiran Pasokan

Sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Pasukan AS dilaporkan melancarkan serangan terhadap target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut, menargetkan infrastruktur militer seperti situs peluncuran rudal dan drone. Sebagai balasan, Teheran terus melancarkan serangan terhadap posisi militer AS di seluruh kawasan.

Kekhawatiran pasokan semakin diperparah oleh ancaman dari gerakan Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran. Mereka mengancam akan melakukan blokade laut di Laut Merah yang menargetkan kapal-kapal terkait Arab Saudi. Ancaman ini telah mendorong beberapa tanker minyak untuk mengubah rute, menimbulkan kekhawatiran atas gangguan ekspor dari salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Analis pasar mencatat bahwa ancaman blokade ini menambah disrupsi yang sudah terjadi pada lalu lintas maritim di sekitar Selat Hormuz, jalur arteri penting untuk pengiriman minyak global. Setiap gangguan berkepanjangan di rute-rute ini dapat mengurangi pasokan yang tersedia serta menaikkan biaya pengiriman dan asuransi secara signifikan.

Data Stok AS Menjadi Fokus

Di sisi lain, data industri menunjukkan gambaran yang kontras. Laporan dari American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS justru naik 2,603 juta barel pekan lalu. Angka ini berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penarikan (drawdown) sebesar 1,5 juta barel.

Ini menandai kenaikan stok pertama dalam dua minggu, yang secara teori dapat menekan harga. Namun, pasar tampaknya lebih memprioritaskan risiko geopolitik. Investor kini menantikan data inventaris resmi dari Energy Information Administration (EIA) AS yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi permintaan dan pasokan di konsumen minyak terbesar dunia.

Back to latest news

LATEST