Story

Harga Minyak Tembus $100 Akibat Tensi AS-Iran, Imbal Hasil Obligasi Melonjak Jelang Data Inflasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20262 min read
Harga Minyak Tembus $100 Akibat Tensi AS-Iran, Imbal Hasil Obligasi Melonjak Jelang Data Inflasi

Summary

Eskalasi konflik AS-Iran mendorong harga minyak mentah Brent melampaui $100 per barel, memicu lonjakan imbal hasil obligasi global di tengah kekhawatiran inflasi menjelang rilis data IHK AS dan pertemuan The Fed.

Text size
Background

Ketegangan geopolitik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong harga minyak mentah melampaui level psikologis $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli. Perkembangan ini memicu lonjakan tajam pada biaya pinjaman global, karena pasar kini mengalihkan fokus pada rilis data inflasi AS yang krusial dan pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan.

Eskalasi Konflik Memicu Kenaikan Harga Minyak

Harapan untuk resolusi cepat dalam konflik AS-Iran memudar seiring dengan serangkaian serangan balasan dan ancaman baru di Laut Merah. Menurut laporan Reuters, AS menghancurkan lima tanker minyak Iran pada hari Selasa, yang dibalas oleh Garda Revolusi Iran dengan menembakkan rudal balistik dan menyerang kapal-kapal di dekat Selat Hormuz.

Situasi semakin rumit setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menguasai pelabuhan Mocha di Yaman dan mengancam Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran minyak utama lainnya. Akibatnya, harga minyak mentah Brent melonjak dan ditutup naik 6% pada hari Kamis di level hampir $108 per barel, sebelum sedikit terkoreksi pada hari Jumat.

Imbal Hasil Obligasi Melonjak di Tengah Kekhawatiran Inflasi

Lonjakan harga energi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih agresif, yang secara langsung menekan pasar obligasi pemerintah di negara-negara maju.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) acuan 10-tahun melonjak mendekati 5% pada hari Kamis, level tertinggi sejak 2023. Selain itu, beberapa tenor lainnya juga mencatatkan rekor baru:

  • Imbal hasil 30-tahun mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade di atas 5,38%.
  • Imbal hasil 2-tahun melompat ke level tertinggi dalam 14 bulan di level hampir 4,6%.

Pasar Menanti Data IHK dan Keputusan The Fed

Fokus investor kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Agustus yang akan dirilis hari ini. Data ini dianggap sangat penting karena dapat menentukan apakah The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan pekan depan atau memilih untuk menahannya.

Berdasarkan data Fed funds futures, para pedagang memperkirakan probabilitas lebih dari 65% untuk kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) telah lebih dulu bergerak dengan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 2,50% pada hari Kamis untuk meredam lonjakan inflasi yang didorong oleh harga energi.

Back to latest news

LATEST