Story
Nvidia Pangkas Separuh Daftar Pembeli di Asia di Tengah Pembatasan Chip ke China

Nvidia dilaporkan telah mengurangi secara signifikan jumlah pelanggan di Asia yang berwenang membeli chip kecerdasan buatan (AI) miliknya. Langkah ini merupakan bagian dari pemeriksaan kepatuhan yang lebih ketat untuk mencegah produknya dialihkan ke China, sejalan dengan pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh pemerintah AS.
Pengetatan Proses Uji Tuntas
Menurut laporan dari Financial Times yang mengutip tiga sumber internal, Nvidia telah membuat "daftar putih" baru berisi pembeli di Asia yang diizinkan untuk membeli produknya. Proses pemeriksaan baru ini dilaporkan telah mengecualikan lebih dari separuh pelanggan Nvidia sebelumnya.
Perusahaan secara khusus telah mengintensifkan proses uji tuntas (due diligence) di beberapa negara kunci seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang. Meskipun demikian, laporan tersebut menambahkan bahwa perusahaan yang tidak lolos seleksi awal dapat mengajukan permohonan kembali setelah melakukan perubahan yang diperlukan untuk memenuhi standar kepatuhan.
Konteks Pembatasan Ekspor AS
Langkah pengetatan oleh Nvidia ini diambil menyusul adanya tekanan dari Washington untuk menutup celah yang memungkinkan perusahaan China memperoleh chip AI canggih. Pemerintah AS telah menerapkan kontrol ekspor yang ketat terhadap penjualan chip ke China setidaknya sejak tahun 2021 untuk membatasi kemajuan teknologi militer negara tersebut.
AdUpaya pengalihan chip canggih menjadi perhatian serius bagi regulator AS. Pada bulan Maret, jaksa penuntut AS mendakwa salah satu pendiri Supermicro dan dua karyawannya karena diduga membantu menyelundupkan chip Nvidia senilai $2,5 miliar ke China. Skema tersebut diduga menggunakan perusahaan proksi di Asia Tenggara untuk mengirimkan chip dari Taiwan ke China.
Implikasi bagi Rantai Pasok
Tindakan proaktif Nvidia ini menunjukkan meningkatnya kompleksitas dalam rantai pasok semikonduktor global akibat ketegangan geopolitik. Dengan memperketat daftar pembelinya, Nvidia berupaya memitigasi risiko regulasi dan memastikan kepatuhan penuh terhadap kebijakan AS.
Situasi ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Nvidia dalam menavigasi pasar global. Sebelumnya, Washington mengizinkan Nvidia menjual chip H200 yang kemampuannya telah dikurangi ke China, namun Beijing kemudian memblokir penjualan domestik chip tersebut, sebagian untuk mendukung pengembangan chip lokal.