Story
Saham Novartis Anjlok Setelah Uji Klinis Obat Jantung Gagal Capai Target

Saham Novartis AG (NOVN) anjlok 3,5% dalam perdagangan hari ini setelah perusahaan mengumumkan kegagalan uji klinis Fase III untuk terapi kardiovaskular pelacarsen. Obat yang dikembangkan bersama Ionis Pharmaceuticals tersebut tidak berhasil memenuhi target utamanya untuk mengurangi kejadian kardiovaskular yang merugikan secara signifikan.
Rincian Kegagalan Uji Klinis
Uji coba yang dikenal sebagai Lp(a)HORIZON tersebut bertujuan untuk mengevaluasi apakah pelacarsen dapat mengurangi kejadian kardiovaskular merugikan utama (major adverse cardiovascular events/MACE)—termasuk kematian, serangan jantung, dan stroke—dibandingkan dengan plasebo.
Menurut data utama yang dirilis perusahaan, meskipun obat tersebut berhasil menurunkan konsentrasi lipoprotein(a) dalam darah, efek biologis ini tidak menghasilkan penurunan yang berarti pada hasil klinis. Kegagalan ini merusak tesis investasi inti untuk aset yang digadang-gadang sebagai terapi generasi berikutnya tersebut.
AdDampak Pasar dan Konteks Makro
Aksi jual ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang telah dimulai pada 4 September, ketika sinyal awal hasil uji coba yang mengecewakan muncul dan menyebabkan saham deposit Novartis yang terdaftar di AS turun tajam dalam perdagangan pasca-jam kerja.
Sebagai salah satu komponen terbesar dalam Swiss Market Index (SMI), kejatuhan saham Novartis menjadi penekan utama yang menyeret indeks tersebut turun sekitar 1,2%. Secara lebih luas, sentimen di pasar Eropa juga berhati-hati, dengan indeks pan-Eropa STOXX 600 melemah 0,1% di tengah kenaikan harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini. Likuiditas pasar yang lebih rendah karena hari libur di AS turut memperbesar pergerakan di bursa Eropa.