Story

Margin Kilang Bensin Eropa Melonjak ke $39,78 per Barel di Tengah Pasokan yang Ketat

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 20, 20261 min read
Margin Kilang Bensin Eropa Melonjak ke $39,78 per Barel di Tengah Pasokan yang Ketat

Summary

Margin keuntungan kilang bensin di Eropa Barat Laut naik signifikan menjadi $39,78 per barel, didorong oleh pengetatan pasokan regional dan disrupsi global akibat konflik di Ukraina.

Text size
Background

Margin keuntungan kilang bensin di Eropa Barat Laut naik 53 sen menjadi $39,78 per barel pada hari Rabu, didorong oleh tanda-tanda pengetatan pasokan di kawasan tersebut.

Detail Aktivitas Pasar

Aktivitas perdagangan di pasar regional menunjukkan volume transaksi yang signifikan. Sebanyak 16.000 metrik ton bensin E5 diperdagangkan dalam bentuk tongkang (barge).

Perusahaan perdagangan komoditas Trafigura dan perusahaan energi Norwegia, Equinor, tercatat sebagai penjual. Sementara itu, pembeli dalam transaksi ini meliputi TotalEnergies Trading (TOTSA), Varo Energy, MB Energy, dan Petroineos. Selain itu, 8.000 ton bensin E10 juga diperdagangkan, dengan Exxon, Sahara, dan Shell sebagai penjual kepada Varo Energy dan Trafigura.

Konteks Pasokan Global

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan margin ini terjadi di tengah dinamika pasokan global yang kompleks, terutama terkait dampak konflik di Ukraina. Menurut data pengiriman awal dan sumber perdagangan, Rusia mengimpor hampir 270.000 metrik ton produk minyak olahan bulan ini melalui transfer antar-kapal (ship-to-ship) di Asia. Langkah ini bertujuan untuk menutupi kekurangan bahan bakar domestik akibat serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia.

Dampak dari kekurangan pasokan ini terasa langsung di Moskow, di mana sejumlah stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan kembali memberlakukan pembatasan pembelian bensin. Situasi ini diperparah oleh permintaan musiman yang kuat.

Secara lebih luas, kilang-kilang minyak di India dan Amerika Serikat mendapat keuntungan dari disrupsi pasokan global ini. Konflik tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak dan menciptakan permintaan impor yang kuat, terutama selama musim puncak mengemudi (*summer driving season*) di Belahan Bumi Utara.

Back to latest news

LATEST