Story

Margin Bensin Eropa Barat Laut Melonjak Mendekati Level Krisis 2022

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 3, 20261 min read
Margin Bensin Eropa Barat Laut Melonjak Mendekati Level Krisis 2022

Summary

Margin kilang bensin di Eropa Barat Laut melonjak mendekati rekor tertinggi yang terakhir terlihat selama krisis energi 2022, didorong oleh pasokan yang terbatas di kawasan tersebut dan penurunan stok di AS.

Text size
Background

Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut melonjak sebesar $2,45 per barel menjadi $61,86 pada hari Kamis, sebuah level yang mendekati rekor tertinggi yang tercatat selama krisis energi tahun 2022. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah kondisi pasokan yang tetap terbatas di kawasan tersebut.

Dinamika Pasokan dan Stok

Data dari konsultansi Belanda, Insights Global, menunjukkan bahwa stok bensin yang disimpan secara independen di pusat penyulingan dan penyimpanan Amsterdam-Rotterdam-Antwerp (ARA) justru meningkat hampir 18% selama sepekan, mencapai 885.000 metrik ton. Menurut analis Insights Global, Rick Veringmeier, kenaikan ini disebabkan oleh lebih rendahnya ekspor ke kawasan lain, sementara aktivitas pencampuran bahan bakar motor juga meningkat.

Sebaliknya, data dari Energy Information Administration (EIA) di Amerika Serikat menunjukkan gambaran yang berbeda. Stok bensin AS turun sebesar 1,2 juta barel menjadi 205,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Agustus, yang turut memperketat pasokan global dan menopang harga.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Aktivitas Perdagangan dan Prospek Pasar

Aktivitas perdagangan di pasar Eropa tetap tinggi. Tercatat Exxon Mobil dan MB Energy menjual sekitar 6.000 metrik ton bensin E5 kepada Gunvor dan Trafigura. Selain itu, Shell dan Sahara menjual 10.000 ton bensin E10 kepada Varo dan Exxon.

Analis dari Sparta Commodities, Nikolas Plonski, menyatakan bahwa ada potensi kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek. "Spread EBOB mungkin memiliki ruang kenaikan lebih lanjut, terutama selama dua minggu ke depan saat kita memasuki periode September yang diwarnai oleh aktivitas pembelian baru... dengan persediaan yang tetap ketat," katanya. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan pada margin dapat berlanjut, yang berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Back to latest news

LATEST