Story

Nikkei 225 Melemah 0,58% di Penutupan, Tertekan Sektor Transportasi dan Komunikasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20261 min read
Nikkei 225 Melemah 0,58% di Penutupan, Tertekan Sektor Transportasi dan Komunikasi

Summary

Indeks acuan saham Jepang, Nikkei 225, ditutup di zona merah pada perdagangan Senin, terbebani oleh pelemahan di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi. Pelemahan signifikan pada saham SoftBank Group menekan kinerja indeks secara keseluruhan.

Text size
Background

Indeks acuan saham Jepang, Nikkei 225, mengakhiri sesi perdagangan hari Senin dengan pelemahan 0,58%. Penurunan ini terutama didorong oleh kerugian yang terjadi pada saham-saham di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, menurut data pasar saat penutupan di Tokyo.

Kinerja Indeks dan Saham

Di antara saham-saham yang menjadi pemberat utama indeks, SoftBank Group Corp. (TYO:9984) menjadi yang berkinerja terburuk dengan anjlok 10,72% dan ditutup di level 5.839,00. Saham lain yang mengalami penurunan signifikan termasuk Kioxia Holdings Corp (TYO:285A) yang turun 6,37% dan Resonac Holdings Corp (TYO:4004) yang merosot 5,98%.

Di sisi lain, beberapa saham teknologi menunjukkan kinerja yang kuat dan menjadi penopang pasar. Fujitsu Ltd. (TYO:6702) melonjak 7,39% menjadi 4.026,00, sementara NEC Corp. (TYO:6701) naik 6,90% ke level 4.849,00.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Pasar yang Lebih Luas

Meskipun indeks utama melemah, data dari Bursa Efek Tokyo menunjukkan bahwa jumlah saham yang menguat (2.554) sebenarnya melebihi jumlah saham yang turun (962), sementara 226 saham lainnya tidak berubah. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan lebih banyak dipengaruhi oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan di dalam indeks Nikkei.

Sementara itu, Indeks Volatilitas Nikkei, yang mengukur ekspektasi volatilitas di pasar opsi, justru turun 2,46% ke level 29,80. Di pasar valuta asing, Dolar AS terpantau menguat terhadap Yen Jepang, dengan pasangan USD/JPY naik 0,50% ke level 154,28.

Back to latest news

LATEST