Story

Mata Uang Asia Melemah Terseret Dolar AS, Kiwi Anjlok Pasca-Keputusan RBNZ

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 2, 20262 min read
Mata Uang Asia Melemah Terseret Dolar AS, Kiwi Anjlok Pasca-Keputusan RBNZ
Text size
Background

Mayoritas mata uang Asia melemah pada hari Rabu karena dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dua minggu, sementara dolar Selandia Baru anjlok bahkan setelah bank sentralnya menaikkan suku bunga acuan.

Dolar Menguat di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

Daya tarik dolar sebagai aset *safe-haven* meningkat didukung oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS dan ekspektasi yang tumbuh akan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September. Menurut CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September sebesar 68%, naik dari sekitar 40% pada minggu sebelumnya.

Sentimen ini bertahan meskipun beberapa data ekonomi AS terbaru, seperti lowongan pekerjaan JOLTS bulan Juli dan indeks manufaktur ISM bulan Agustus, dirilis di bawah perkiraan. Kenaikan harga energi dan ketegangan geopolitik AS-Iran turut menambah kekhawatiran inflasi, yang mendorong imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke 4,81%, level tertinggi sejak akhir 2023.

Dolar Kiwi Jatuh Meskipun Suku Bunga Naik

Dolar Selandia Baru menjadi mata uang dengan pelemahan paling tajam. Pasangan USD/NZD melonjak 0,9% ke level 0,5843, menempatkan kiwi di titik terendah sejak 13 Agustus. Pelemahan ini terjadi meskipun Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,75% sesuai ekspektasi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Menurut analis ANZ, pasar menilai prospek kebijakan moneter RBNZ ke depan kurang *hawkish* dari yang diharapkan. Pernyataan RBNZ dinilai sengaja dibuat tidak jelas dan sangat bersyarat, sehingga pasar melihat kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Oktober menjadi lebih kecil.

Pergerakan Mata Uang Regional Lainnya

Di tempat lain, beberapa mata uang utama di kawasan juga berada di bawah tekanan:

  • Yen Jepang: Pasangan USD/JPY naik ke 160,21, menjaga yen tetap di atas level psikologis 160 per dolar. Pasar menantikan pertemuan Bank of Japan (BOJ) pada 17-18 September, di mana Gubernur Kazuo Ueda mengindikasikan akan ada perdebatan mengenai kenaikan suku bunga.
  • Dolar Australia: Pasangan USD/AUD naik tipis ke 1,4006. Dolar Australia melemah seiring data pertumbuhan ekonomi kuartal Juni yang tercatat sebesar 0,4%, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun negara itu mencapai level tertinggi sejak Juli 2011.
  • Mata Uang Lainnya: Yuan Tiongkok, baik di pasar *offshore* (USD/CNH) maupun *onshore* (USD/CNY), juga tercatat melemah. Sebaliknya, won Korea Selatan dan ringgit Malaysia menunjukkan sedikit penguatan, sementara rupee India relatif stabil.
Back to latest news

LATEST