Story
Protes Pusat Data di AS Meluas ke Skala Nasional di Tengah Penolakan Publik

Summary
Aksi protes terkoordinasi di lebih dari 125 lokasi di seluruh Amerika Serikat menyoroti meningkatnya penolakan publik terhadap pembangunan pusat data yang pesat, didorong oleh kekhawatiran atas konsumsi energi, penggunaan air, dan kurangnya transparansi.
Para penentang pembangunan pusat data yang pesat di Amerika Serikat merencanakan aksi protes nasional terkoordinasi pada hari Sabtu di setidaknya 125 lokasi. Aksi ini menandai upaya nasional pertama untuk menyalurkan kemarahan publik terhadap ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang telah meningkat selama setahun terakhir.
Aksi Protes Nasional Terkoordinasi
Protes ini dikoordinasikan oleh kelompok akar rumput bernama HumansFirst, yang menyerukan perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai pembangunan pusat data yang "tidak akuntabel" dan "pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kebebasan kita." Kelompok ini menyoroti bagaimana proyek-proyek sering kali disetujui secara diam-diam, terkadang melibatkan perjanjian kerahasiaan (NDA) yang ditandatangani oleh pejabat lokal, meskipun ada penolakan dari warga.
Kekhawatiran utama para pengunjuk rasa mencakup potensi kenaikan tagihan listrik, pengalihan sumber daya air yang berharga, dan polusi. Penolakan ini bersifat non-partisan, menyatukan warga dari berbagai spektrum ideologi politik yang merasa komunitas mereka terancam oleh pembangunan skala besar ini.
Sentimen Publik dan Dampak Politik
Penolakan terhadap pusat data mendapat dukungan luas dari publik. Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos pada bulan Juni, hanya sepertiga warga Amerika yang menyetujui laju pembangunan pusat data di AS. Selain itu, hanya 14% responden yang akan mendukung pembangunan pusat data di komunitas mereka untuk proyek AI yang dijalankan oleh raksasa teknologi seperti Meta, Alphabet, Amazon, dan Microsoft.
AdIsu ini diprediksi akan menjadi faktor penting dalam pemilihan sela November dan pemilihan presiden 2028. Para politisi di tingkat negara bagian dan nasional mulai menanggapi kemarahan pemilih yang meningkat, menunjukkan bahwa dampak infrastruktur AI terhadap komunitas lokal menjadi agenda politik yang semakin signifikan.
Kekhawatiran Utama: Sumber Daya dan Transparansi
Salah satu fokus utama protes adalah konsumsi sumber daya yang masif. Sebagai contoh, sebuah proyek pusat data yang diusulkan di Imperial County, California, diperkirakan dapat menggunakan 260 juta galon air per tahun dari Sungai Colorado yang sudah tertekan.
Menanggapi kekhawatiran ini, The Data Center Coalition, sebuah kelompok lobi industri, sebelumnya menyatakan kepada Reuters bahwa pusat data berkomitmen untuk menjadi tetangga yang bertanggung jawab. Industri ini juga berpendapat bahwa penggunaan air mereka tidak sebesar sektor industri lainnya, meskipun isu ini tetap menjadi perhatian utama publik, terutama di daerah yang rawan kekeringan.