Story
Bursa Saham AS Melemah, Nasdaq Pimpin Penurunan 2,15% di Tengah Kenaikan Volatilitas

Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah secara signifikan pada akhir perdagangan Kamis, dengan indeks teknologi Nasdaq Composite memimpin penurunan. Sentimen negatif ini didorong oleh pelemahan di berbagai sektor, terutama barang konsumsi, telekomunikasi, dan jasa konsumsi.
Kinerja Indeks Utama
Ketiga indeks acuan utama Wall Street mencatat kerugian pada penutupan sesi. Berdasarkan data akhir, kinerja masing-masing indeks adalah sebagai berikut:
- Dow Jones Industrial Average turun 0,97%.
- S&P 500 kehilangan 1,21% dari nilainya.
- NASDAQ Composite anjlok 2,15%, mencerminkan tekanan jual yang kuat pada saham-saham teknologi.
Sentimen risk-off di pasar juga tercermin dari lonjakan Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang sering disebut sebagai "indeks ketakutan". VIX melonjak sebesar 12,38% ke level 18.70, mengindikasikan peningkatan ekspektasi volatilitas pasar ke depan. Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang melemah (1.928) jauh melampaui yang menguat (806).
Saham Penggerak Pasar
AdSejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks. Di S&P 500, Tesla Inc (TSLA) menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk, anjlok 14,53%. Saham lain yang mengalami tekanan jual signifikan termasuk T-Mobile US Inc (TMUS) yang turun 10,75%.
Untuk komponen Dow Jones, pelemahan dipimpin oleh Amazon.com Inc (AMZN) yang merosot 4,57%, diikuti oleh Salesforce Inc (CRM) yang turun 3,73%. Namun, ada beberapa saham yang bergerak melawan tren, seperti Honeywell International Inc (HON) yang naik 5,70% dan Merck & Company Inc (MRK) yang menguat 2,36%.
Pergerakan Komoditas dan Mata Uang
Di pasar komoditas, terjadi pergerakan yang kontras. Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun tajam sebesar 2,41% menjadi $4.051,70 per troy ounce. Sebaliknya, harga minyak mentah melonjak, dengan minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik 6,41% menjadi $91,89 per barel, dan kontrak Brent menembus $100 per barel.
Di pasar valuta asing, Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,30% ke level 101,26. Pasangan mata uang USD/JPY menguat 0,42% menjadi 163,83.