Story
Pendapatan Moneysupermarket.com Anjlok 32% di Semester I Akibat Transisi Segmen

Moneysupermarket.com Group melaporkan penurunan pendapatan sebesar 32% secara tahunan (year-on-year) pada semester pertama (H1) 2026. Penurunan signifikan ini terutama didorong oleh transisi strategis dalam segmen Pencarian (Search) perusahaan.
Kinerja Keuangan H1 2026
Menurut laporan perusahaan, selain penurunan pendapatan kotor, beberapa metrik keuangan utama lainnya juga menunjukkan tekanan selama periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
- Pendapatan Bersih: Turun 16% secara tahunan.
- EBITDA yang Disesuaikan: Berkurang 21%.
- Rugi Bersih: Tercatat sebesar $6 juta, dengan rugi per saham dasar sebesar $0,02.
Meski demikian, perusahaan mencatatkan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar $3 juta. Angka ini menandai kembalinya perusahaan ke profitabilitas operasional untuk periode semester pertama sejak H1 2024.
Dampak Transisi Segmen
AdPenyebab utama penurunan kinerja adalah perubahan model bisnis di segmen Pencarian, di mana perusahaan beralih dari model AdSense for Domains ke model RSOC. Langkah ini menyebabkan penurunan tajam pada pendapatan dan profitabilitas segmen tersebut, meskipun segmen ini dilaporkan telah kembali mencatatkan laba pada bulan Juni.
Sementara itu, segmen lain menunjukkan kinerja yang lebih baik. Segmen DIS (Decision Insight) mencatatkan peningkatan pendapatan bersih dan ekspansi margin karena fokus pada bisnis dengan margin lebih tinggi. Segmen Perbandingan (Comparison) juga berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan margin, didukung oleh alur konversi baru dan ekspansi internasional.
Prospek Semester Kedua
Manajemen Moneysupermarket.com memproyeksikan kinerja yang lebih kuat pada paruh kedua tahun 2026. Perusahaan mengantisipasi kembalinya pertumbuhan laba secara tahunan pada H2 2026 dan dewan direksi memproyeksikan segmen Pencarian akan kembali profitabel pada periode tersebut.
Perusahaan juga memperkirakan utang bersih akan menurun secara signifikan pada H2 dan sejalan dengan estimasi konsensus pada akhir tahun. Pernyataan ini memberikan sinyal optimisme kepada investor mengenai pemulihan kinerja di sisa tahun berjalan.