Story
Meksiko Kerahkan 1.500 Tentara ke Pusat Alpukat untuk Pulihkan Ekspor ke AS

Summary
Pemerintah Meksiko mengerahkan lebih dari 1.500 personel militer ke negara bagian Michoacan setelah AS menangguhkan inspeksi ekspor alpukat karena masalah keamanan. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan dan segera memulihkan perdagangan vital tersebut.
Pemerintah Meksiko telah mengerahkan lebih dari 1.500 tentara dan personel Garda Nasional ke negara bagian Michoacan pada hari Kamis. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap keputusan Amerika Serikat yang menangguhkan inspeksi ekspor alpukat sehari sebelumnya karena masalah keamanan.
Respons Cepat Atas Penangguhan AS
Kementerian pertahanan Meksiko menyatakan bahwa pengerahan 1.557 personel—terdiri dari 900 tentara angkatan darat dan 657 anggota Garda Nasional—ditujukan untuk mengamankan kota-kota produsen utama. Misi mereka adalah melindungi fasilitas pengepakan, rute transportasi, dan titik inspeksi dari pemerasan oleh kelompok kejahatan terorganisir.
Penangguhan inspeksi diumumkan oleh AS pada hari Rabu dengan alasan kekhawatiran atas keselamatan para inspektur dari Departemen Pertanian AS (USDA). Berdasarkan hukum AS, sertifikasi dari inspektur USDA merupakan syarat wajib bagi alpukat Meksiko untuk dapat diekspor ke pasar Amerika.
Upaya Diplomatik dan Dampak Ekonomi
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan pada konferensi pers harian bahwa pemerintah sedang mengoordinasikan "rencana kerja" dengan Kedutaan Besar AS untuk menjamin keamanan para inspektur. "Kami mengupayakan agar penangguhan ini bersifat singkat sehingga kami dapat memulihkan ekspor," ujarnya.
AdLangkah ini sangat krusial mengingat signifikansi pasar AS, yang menyerap hampir 90% dari total volume ekspor alpukat Meksiko. Meksiko juga tengah mengupayakan pertemuan dengan USDA untuk membahas opsi pengembalian staf AS atau menggantinya dengan inspektur dari badan keamanan pangan Meksiko.
Latar Belakang Masalah Keamanan
Michoacan, yang merupakan negara bagian pengekspor alpukat terbesar di Meksiko, telah lama berjuang melawan kekerasan akibat perebutan wilayah antara kelompok-kelompok kriminal. Konflik ini tidak hanya terkait rute narkoba, tetapi juga pembalakan liar dan pemerasan terhadap produsen pertanian, termasuk petani alpukat.
Insiden penangguhan inspeksi ekspor alpukat karena alasan keamanan bukanlah yang pertama kali terjadi. Situasi serupa juga pernah terjadi pada tahun 2022 dan 2024, yang menyoroti tantangan keamanan yang terus-menerus di wilayah tersebut.