Story
Lucid Bantah Rumor Privatisasi dan Kebangkrutan Setelah Saham Anjlok

Summary
Produsen kendaraan listrik Lucid Group membantah keras laporan blog yang memicu aksi jual, menegaskan bahwa rumor potensi take-private atau kebangkrutan 'sepenuhnya salah'.
Lucid Group pada hari Selasa membantah sebuah laporan blog yang menyebutkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan transaksi *take-private* atau pengajuan kebangkrutan Chapter 11. Bantahan ini dikeluarkan setelah saham produsen kendaraan listrik (EV) tersebut anjlok lebih dari 50%, yang merupakan penurunan satu hari paling tajam dalam sejarah perusahaan.
Gejolak Saham dan Sumber Rumor
Laporan yang belum terverifikasi dari blog "Eletric-Vehicles" memicu aksi jual masif pada saham Lucid. Akibatnya, perdagangan saham sempat dihentikan beberapa kali karena volatilitas ekstrem. Pada titik terendahnya, saham Lucid anjlok hingga 57% ke level $2,37 sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian.
Menurut laporan tersebut, penasihat restrukturisasi AlixPartners telah diminta untuk mempresentasikan temuannya kepada dewan direksi Lucid, dengan skenario yang mencakup privatisasi perusahaan atau mencari perlindungan kebangkrutan. Namun, laporan itu juga menambahkan bahwa belum ada keputusan yang dibuat.
Klarifikasi Resmi Lucid
Lucid dengan tegas menyatakan laporan tersebut "sepenuhnya salah" dan mengklarifikasi beberapa poin penting untuk menenangkan investor:
Ad- Likuiditas: Perusahaan menegaskan memiliki likuiditas yang cukup untuk mendanai operasional hingga tahun depan.
- Peran AlixPartners: Lucid menyatakan bahwa AlixPartners hanya membantu perusahaan dalam meningkatkan eksekusi dan operasional, bukan merekomendasikan kebangkrutan.
- Tidak Ada Komite Khusus: Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa tidak ada komite khusus dewan direksi yang dibentuk untuk mengeksplorasi skenario yang dilaporkan.
Konteks Tantangan Perusahaan
Insiden ini terjadi di tengah periode sulit bagi Lucid, yang sedang menjalani restrukturisasi besar di bawah kepemimpinan CEO baru, Silvio Napoli. Saham perusahaan telah kehilangan sekitar 99% nilainya sejak debut di pasar saham, karena terus berjuang dengan permintaan yang lemah, pembakaran kas yang persisten, dan kesulitan meningkatkan skala produksi.
Terlepas dari dukungan miliaran dolar dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, Lucid menghadapi berbagai tantangan. Bulan lalu, perusahaan mengumumkan akan memangkas sekitar 18% tenaga kerjanya di AS dan merampingkan struktur kepemimpinan. Pada bulan Mei, Lucid juga menangguhkan perkiraan produksi kendaraan untuk tahun 2026 karena masalah terkait pemasok yang mengganggu pengiriman SUV Gravity.