Story

Imbal Hasil Obligasi Jangka Panjang AS Melonjak ke Puncak 19 Tahun Pasca Keputusan The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 30, 20262 min read
Imbal Hasil Obligasi Jangka Panjang AS Melonjak ke Puncak 19 Tahun Pasca Keputusan The Fed

Summary

The Federal Reserve mempertahankan suku bunga, namun perbedaan pendapat di antara para pejabat memicu kekhawatiran inflasi, mendorong imbal hasil obligasi 30-tahun ke level tertinggi sejak 2007.

Text size
Background

Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya pada hari Rabu, namun keputusan tersebut diwarnai oleh perbedaan pendapat yang signifikan dari tiga pejabat yang memilih kenaikan. Hal ini memicu kekhawatiran di pasar obligasi, dengan imbal hasil (yield) obligasi Treasury 30-tahun melonjak ke level tertinggi dalam 19 tahun terakhir.

Keputusan The Fed dan Gejolak Pasar Obligasi

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga tidak banyak menenangkan pasar, terutama karena adanya tiga suara yang berbeda pendapat—jumlah penolakan terbesar terhadap ketua The Fed yang baru sejak tahun 1970. Reaksi pasar menunjukkan adanya keraguan terhadap kredibilitas bank sentral.

Investor di pasar obligasi merespons dengan aksi jual, terutama pada tenor jangka panjang. Hal ini menyebabkan imbal hasil obligasi 30-tahun melonjak tajam dan kurva imbal hasil menjadi lebih curam (*steepening*). Fenomena ini mengindikasikan bahwa para pedagang khawatir The Fed mungkin akan mentolerir inflasi di atas target dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kekhawatiran inflasi diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah yang naik hampir 8% di tengah ketegangan baru antara AS dan Iran. Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengisyaratkan bahwa pasar obligasi yang mengetat dengan sendirinya telah membantu pekerjaan The Fed, namun kenaikan imbal hasil yang didorong oleh keraguan kredibilitas dapat menjadi pedang bermata dua.

Laporan Laba Raksasa Teknologi Beragam

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pasar saham Wall Street ditutup di zona merah setelah keputusan The Fed, dengan fokus beralih ke laporan pendapatan raksasa teknologi. Hasil yang dirilis menunjukkan gambaran yang beragam:

  • Meta (META): Sahamnya anjlok sekitar 7% dalam perdagangan pasca-penutupan. Investor khawatir tentang arus kas bebas (*free cash flow*) yang menyusut drastis akibat investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI). Arus kas bebas perusahaan induk Facebook ini dilaporkan turun 91% menjadi $784 juta pada kuartal kedua, dari $8,55 miliar pada tahun sebelumnya.
  • Microsoft (MSFT): Sebaliknya, saham Microsoft melonjak lebih dari 8%. Kinerja bisnis *cloud* perusahaan melampaui perkiraan, dan prospek monetisasi dari penawaran AI-nya mendapat sambutan positif dari pasar.
  • Qualcomm (QCOM): Produsen chip ini juga melaporkan hasil yang di bawah ekspektasi analis.

Prospek Pasar dan Agenda Ekonomi Penting

Di Asia, bursa saham Korea Selatan (KOSPI) bergerak fluktuatif. Indeks sempat menguat setelah Samsung Electronics melaporkan lonjakan laba bisnis chip sebesar 250 kali lipat, namun akhirnya ditutup melemah 1%. Samsung memperkirakan kelangkaan pasokan chip memori akan memburuk dan berlanjut hingga 2028.

Para investor kini menantikan serangkaian data ekonomi dan peristiwa penting, termasuk keputusan suku bunga Bank of England, data inflasi PCE dan PDB kuartal kedua AS, serta laporan pendapatan dari Apple dan Amazon yang akan dirilis setelah penutupan pasar hari Kamis.

Back to latest news

LATEST