Story

Analisis Saham EV China: Li Auto (LI) vs. Xpeng (XPEV), Mana yang Punya Profil Risiko-Imbal Hasil Lebih Baik?

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 17, 20262 min read
Analisis Saham EV China: Li Auto (LI) vs. Xpeng (XPEV), Mana yang Punya Profil Risiko-Imbal Hasil Lebih Baik?

Summary

Li Auto dinilai memiliki profil risiko-imbal hasil yang lebih menarik berkat ketahanan laba yang lebih baik, sementara Xpeng menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi namun dibayangi oleh risiko eksekusi yang signifikan.

Text size
Background

Menurut analisis terbaru, saham produsen kendaraan listrik (EV) China, Li Auto (LI), saat ini menunjukkan profil risiko-imbal hasil (risk-reward) yang lebih seimbang dibandingkan pesaingnya, Xpeng (XPEV). Meskipun pertumbuhan Li Auto lebih lemah, fundamentalnya yang lebih solid dan ketahanan pendapatannya memberikan keunggulan defensif bagi investor.

Perbandingan Fundamental

Analisis fundamental menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua perusahaan. Li Auto dinilai memiliki keunggulan dalam skala dan profitabilitas, sementara Xpeng unggul dalam momentum pertumbuhan pendapatan.

  • Li Auto (LI): Diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sebesar $16,06 miliar pada tahun 2025, jauh lebih tinggi dari Xpeng. Meskipun pendapatan terbarunya turun 26,9%, marjin bersihnya (-4,4%) menunjukkan model bisnis yang lebih dekat dengan profitabilitas. Namun, revisi laba perusahaan telah memburuk secara tajam dalam 60 hari terakhir.
  • Xpeng (XPEV): Menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih kuat sebesar +25,1%. Marjin kotornya juga telah pulih secara impresif menjadi 19,0% pada tahun 2025 dari hanya 1,7% pada tahun 2023. Kendala utamanya adalah eksekusi; laba per saham (EPS) kuartal kedua meleset dari estimasi sebesar 344,83%, begitu pula dengan pendapatannya.

Analisis Teknis dan Sentimen Pasar

Dari perspektif teknikal, kedua saham berada dalam tren pelemahan yang signifikan. Sinyal "Jual Kuat" (Strong Sell) muncul pada grafik harian dan mingguan untuk kedua saham, menunjukkan tekanan jual yang berkelanjutan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Indikator Relative Strength Index (RSI) mingguan untuk LI berada di 35,5 dan untuk XPEV di 32,4, mendekati level jenuh jual (oversold) di bawah 30. Meskipun ini dapat mengindikasikan potensi pantulan teknis, belum ada konfirmasi pembalikan tren. Dalam satu tahun terakhir, saham LI telah anjlok 55,38%, sementara XPEV turun 50,69%. Namun, analisis menunjukkan bahwa LI memiliki dukungan valuasi yang lebih kuat.

Prospek bagi Investor

Berdasarkan perbandingan ini, pilihan antara LI dan XPEV bergantung pada profil risiko investor. Li Auto lebih sesuai untuk investor yang mencari pendekatan yang lebih defensif, dengan fundamental yang lebih kuat sebagai penopang di tengah pertumbuhan yang melambat.

Sebaliknya, Xpeng mewakili investasi dengan risiko dan potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Potensi kenaikan yang signifikan, seperti yang diproyeksikan oleh beberapa analis, sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk memperbaiki eksekusi operasionalnya. Hingga ada bukti perbaikan yang konsisten dalam data pengiriman, stabilitas marjin, dan revisi laba yang positif, kedua saham ini masih dianggap sebagai aset pertumbuhan yang sedang tertekan.

Back to latest news

LATEST