Story
Kroger Pangkas Proyeksi Penjualan di Tengah Melemahnya Belanja Konsumen

Perusahaan ritel bahan makanan Amerika Serikat, Kroger, memangkas proyeksi penjualan tahunannya pada hari Jumat, sebuah sinyal jelas bahwa konsumen semakin berhati-hati dalam berbelanja di tengah meningkatnya ketidakpastian makroekonomi. Saham perusahaan dilaporkan turun sekitar 3% dalam perdagangan pra-pasar sebagai respons atas berita tersebut.
Proyeksi Direvisi Turun
Kroger kini memperkirakan pertumbuhan penjualan identik setahun penuh (di luar bahan bakar) berada di kisaran 0,2% hingga 0,8%. Proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di rentang 1% hingga 2%.
Perusahaan menyatakan bahwa perkiraan yang diperbarui ini mencakup dampak negatif sekitar 140 basis poin dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act). Kebijakan tersebut menurunkan harga obat resep untuk penerima manfaat Medicare, yang secara langsung memengaruhi pendapatan di lini bisnis apotek Kroger.
Perlambatan Belanja Konsumen
AdPenyesuaian proyeksi ini didasari oleh perlambatan yang nyata dalam aktivitas belanja. Menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG, pertumbuhan penjualan identik pada kuartal kedua melambat tajam menjadi hanya 0,2%, turun drastis dari 3,4% pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini juga meleset dari estimasi analis sebesar 0,9%.
Kondisi ini sejalan dengan data ekonomi AS yang lebih luas, di mana sentimen konsumen melemah pada bulan Agustus dan penjualan ritel secara tak terduga turun pada bulan Juli. Hal ini menunjukkan bahwa rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah semakin memprioritaskan barang-barang kebutuhan pokok dan mencari produk dengan harga lebih terjangkau akibat inflasi yang persisten.
Dampak bagi Investor
Bagi investor, pemangkasan proyeksi oleh peritel besar seperti Kroger menggarisbawahi tantangan yang dihadapi sektor barang konsumsi. Melemahnya daya beli dapat menekan margin keuntungan perusahaan ritel dan menandakan potensi perlambatan ekonomi yang lebih luas. Reaksi pasar yang negatif mencerminkan kekhawatiran investor terhadap profitabilitas Kroger di sisa tahun ini.