Story
Volume Perdagangan Komoditas Kalshi Tembus $400 Juta, Lampaui Pertumbuhan Awal Kripto

Platform pasar prediksi Kalshi mengumumkan volume perdagangan komoditas bulanannya telah mencapai lebih dari $400 juta. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan yang empat kali lebih cepat dibandingkan dengan volume perdagangan aset kripto pada periode yang sama, yakni tujuh bulan setelah peluncuran, menurut pernyataan perusahaan pada hari Selasa.
Momentum Didorong Minat Ritel
Pencapaian ini didorong oleh lonjakan minat perdagangan ritel terhadap pasar prediksi komoditas, seperti minyak, gas, dan logam. Kalshi menyatakan bahwa kinerja yang kuat ini menunjukkan tingginya permintaan untuk jenis kontrak tersebut, yang pada gilirannya mendorong volume perdagangan secara keseluruhan.
"Kripto menunjukkan potensi kategori baru untuk berkembang dari puluhan juta menjadi miliaran dalam volume bulanan. Peningkatan komoditas yang jauh lebih cepat menunjukkan bahwa kemampuan Kalshi untuk meluncurkan dan mengembangkan pasar baru semakin terakselerasi," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Reuters.
Likuiditas Menjadi Kunci Ekspansi
AdDalam sebuah wawancara dengan Reuters, salah satu pendiri Kalshi, Tarek Mansour, menyatakan bahwa bisnis perdagangan komoditas mendapat manfaat dari peningkatan likuiditas di platform tersebut. Menurutnya, likuiditas yang solid sangat penting agar para pelaku pasar dapat masuk dan keluar dari posisi mereka dengan mudah kapan pun.
"Sekarang kami telah mencapainya karena partisipasi yang beragam dan besar, dan itu pada dasarnya memungkinkan kami memulai kategori baru dengan jauh lebih cepat," jelas Mansour. Peningkatan likuiditas ini menjadi fondasi bagi Kalshi untuk berekspansi ke kelas aset lainnya.
Rencana Pengembangan Produk Baru
Menyusul keberhasilan ini, Kalshi secara aktif menjajaki pengembangan produk derivatif baru. Perusahaan dilaporkan telah mengajukan izin untuk meluncurkan kontrak berjangka perpetual (perpetual future contracts) untuk berbagai kelas aset, termasuk indeks saham, logam, dan minyak mentah WTI. Langkah ini diambil setelah regulator memberikan lampu hijau untuk produk investasi serupa berbasis aset kripto pada awal tahun.